Close Menu
INFO GLOBAL NEWSINFO GLOBAL NEWS
  • BERITA
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOROTAN
  • Pemerintahan
    • POLITIK
  • Polri
Jasa Buat Legalitas
Arsip
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • November 2022
  • Maret 2022
  • Maret 2021
  • Januari 2021
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Technology
  • Gaming
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
INFO GLOBAL NEWSINFO GLOBAL NEWS
  • BERITA
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOROTAN
  • Pemerintahan
    • POLITIK
  • Polri
Subscribe
INFO GLOBAL NEWSINFO GLOBAL NEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • SOROTAN
  • Pemerintahan
  • Polri
Beranda » MBG, Investasi Piring vs Investasi Otak: Menghitung Mundur Kenaikan IPM Indonesia
SOROTAN

MBG, Investasi Piring vs Investasi Otak: Menghitung Mundur Kenaikan IPM Indonesia

IchiroBy IchiroFebruari 28, 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram
Share
Facebook WhatsApp Telegram Twitter

Oleh Sahade, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar

Makassar – infoglobalnews.id | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjadi perhatian publik bukan sekadar kebijakan sosial biasa. Di balik distribusi makanan kepada peserta didik, tersimpan pertanyaan mendasar: apakah ini sekadar investasi “piring”, atau benar-benar investasi “otak”? Bagi Sahade, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar, arah kebijakan ini akan sangat menentukan laju kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Menurut Sahade, pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilepaskan dari kualitas gizi. “IPM diukur dari tiga dimensi utama: kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. MBG bersentuhan langsung dengan dua aspek yakni, kesehatan dan pendidikan. Jika dijalankan dengan benar, dampaknya bisa sangat signifikan,” ujarnya dalam kajian akademiknya.

Belajar dari Standar Emas Jepang

Sahade mencontohkan keberhasilan Jepang dalam membangun generasi unggul melalui pendekatan yang sistematis terhadap gizi dan pendidikan. Jepang dikenal dengan filosofi Shokuiku (pendidikan gizi), sebuah konsep yang tidak hanya mengajarkan anak-anak untuk makan sehat, tetapi juga memahami nilai, budaya, dan tanggung jawab dalam mengonsumsi makanan.

Program makan siang sekolah di Jepang (kyushoku) bukan sekadar pembagian makanan gratis. Anak-anak dilibatkan dalam proses penyajian, belajar tentang komposisi gizi, bahkan menghargai petani dan rantai distribusi pangan. Hasilnya terlihat nyata: Jepang memiliki salah satu angka harapan hidup tertinggi di dunia dan kualitas pendidikan yang konsisten berada di peringkat atas global.

“Di Jepang, makan bukan sekadar kenyang. Itu bagian dari kurikulum. Negara tersebut menjadikan gizi sebagai fondasi kecerdasan kolektif bangsa,” jelas Sahade.

Pendekatan ini, menurutnya, menunjukkan bahwa investasi pada makanan harus terintegrasi dengan pendidikan karakter dan literasi gizi. Tanpa itu, program makan gratis hanya akan berhenti pada pembagian anggaran, bukan peningkatan kualitas manusia.

Skala Raksasa India

Di sisi lain, Sahade juga menyoroti keberanian India melalui program Mid Day Meal Scheme, yang dikenal sebagai salah satu program makan siang sekolah terbesar di dunia. Program ini menjangkau lebih dari 120 juta anak setiap hari.

Skalanya luar biasa, tetapi yang lebih penting adalah dampaknya: peningkatan angka partisipasi sekolah, penurunan angka putus sekolah, serta perbaikan status gizi anak-anak dari keluarga miskin. Dalam jangka panjang, kebijakan ini berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia India, yang kini tampil sebagai salah satu kekuatan ekonomi global.

“India membuktikan bahwa program makan gratis bisa menjadi instrumen strategis pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas pendidikan secara simultan,” kata Sahade.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa India menghadapi tantangan besar dalam pengawasan kualitas dan tata kelola distribusi. Skala besar tanpa manajemen yang transparan dapat menimbulkan kebocoran anggaran dan ketimpangan kualitas.

Menghitung Mundur Kenaikan IPM Indonesia

Indonesia saat ini berada dalam fase penting pembangunan manusia. Jika MBG diposisikan sebagai investasi otak—bukan sekadar investasi piring—maka efek gandanya bisa terasa dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.

Secara ekonomi, anak-anak dengan gizi baik memiliki daya konsentrasi lebih tinggi, prestasi akademik lebih baik, dan peluang produktivitas yang lebih besar saat memasuki dunia kerja. Dalam teori modal manusia (human capital theory), setiap rupiah yang diinvestasikan pada kesehatan dan pendidikan akan menghasilkan return jangka panjang berupa peningkatan pendapatan nasional.

“Jika 10–15 persen populasi pelajar Indonesia mengalami peningkatan kualitas gizi signifikan, dampaknya terhadap IPM bisa terlihat secara bertahap. Kita seperti sedang menghitung mundur kenaikan IPM Indonesia,” jelas Sahade.

Namun, ia menekankan beberapa syarat penting:

1. Standar gizi harus jelas dan terukur.

2. Pengawasan distribusi harus transparan dan akuntabel.

3. Program harus terintegrasi dengan edukasi gizi di sekolah.

4. Melibatkan UMKM lokal agar terjadi efek ekonomi berganda.

Tanpa empat pilar tersebut, MBG berisiko menjadi program populis jangka pendek.

Investasi Piring atau Investasi Otak?

Sahade menyimpulkan bahwa perdebatan bukan pada perlu atau tidaknya program makan bergizi, melainkan bagaimana orientasinya. Jika hanya berfokus pada pengadaan makanan dan penyerapan anggaran, maka itu hanyalah investasi piring. Namun jika dirancang sebagai strategi pembangunan manusia yang terukur, berkelanjutan, dan berbasis data, maka ia menjadi investasi otak.

“Jepang memberi kita standar emas kualitas, India memberi kita pelajaran tentang skala. Indonesia harus mampu menggabungkan keduanya—kualitas dan jangkauan,” tegasnya.

Di tengah tantangan global dan bonus demografi yang terus berjalan, Indonesia tidak punya banyak waktu untuk ragu. Masa depan IPM Indonesia sedang dihitung mundur. Pertanyaannya GC sederhana namun krusial: apakah kita sedang membangun generasi cerdas, atau sekadar membagikan makanan?

Jawabannya akan terlihat dalam satu dekade mendatang—ketika generasi penerima MBG tumbuh menjadi penentu arah ekonomi dan peradaban bangsa.

Jurnalis  Koordinator Liputan Sulsel-Bar H. Ahmad Sukriansyah 

Post Views: 395
Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram
Previous ArticleMenebar Kebaikan, Menguatkan Persaudaraan: Aksi Sosial PP Bandar Klippa di Ramadhan
Next Article Polemik Pergeseran 65 Kepala Sekolah di Luwu Timur, Tuai Kontroversi, Kadisdik Luwu Timur Bungkam
Ichiro
  • Website

Berita Terkait:

SOROTAN

Tumpukan Sampah di Kecamatan Watang Pulu Arawa Resahkan Warga, Masyarakat Minta Pemda dan DLH Bertindak Tegas

Juni 26, 2026
SOROTAN

Pimpinan Pegadaian Pongtiku Faizal Disorot, Nasabah Klaim Emas 10 Gram Dilelang Tanpa Pemberitahuan

Juni 3, 2026
SOROTAN

Warga Makassar Soroti Buruknya Pelayanan Gangguan PLN, Lapor Sejak Pagi Hingga Malam Belum Ditangani

Juni 2, 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

PASANG IKLAN
Iklan
Top Posts

Kasus Mandek di Benteng Malewang, Muncul Dugaan Kongkalikong antara Pelaku, Oknum Aparat, dan Pemerintah Desa

April 15, 2026252 Views

BANTAHAN TEGAS ATAS PEMBERITAAN DUGAAN PENIKAMAN KADES BENTENG MALEWANG

Mei 5, 2026454 Views

Najwa Salsabila Agussalim Bersinar di Grand Final Top Model Remaja Takalar

Februari 10, 202616 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
About
About
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
What's Hot

Konferensi Pers Biddokkes Polda Sulsel Terkait Penanganan Laka Laut KM Nurul Salsa di Perairan Selayarp

Juli 22, 2026

Ketua Fraksi NasDem DPRD Sulsel H. Muhammad Sadar, SE Gelar Reses dan = Konstituen di Kelurahan Anrong Appaka, Serap Aspirasi Masyarakat Pangkep

Juli 22, 2026

Pengamanan Berlapis, Pemindahan 79 Narapidana Risiko Tinggi dari Sulsel ke Nusakambagan Berlangsung Kondusif

Juli 21, 2026
Jasa Buat Legalitas
Most Popular

Kasus Mandek di Benteng Malewang, Muncul Dugaan Kongkalikong antara Pelaku, Oknum Aparat, dan Pemerintah Desa

April 15, 2026252 Views

BANTAHAN TEGAS ATAS PEMBERITAAN DUGAAN PENIKAMAN KADES BENTENG MALEWANG

Mei 5, 2026454 Views

Najwa Salsabila Agussalim Bersinar di Grand Final Top Model Remaja Takalar

Februari 10, 202616 Views
Our Picks

Konferensi Pers Biddokkes Polda Sulsel Terkait Penanganan Laka Laut KM Nurul Salsa di Perairan Selayarp

Juli 22, 2026

Ketua Fraksi NasDem DPRD Sulsel H. Muhammad Sadar, SE Gelar Reses dan = Konstituen di Kelurahan Anrong Appaka, Serap Aspirasi Masyarakat Pangkep

Juli 22, 2026

Pengamanan Berlapis, Pemindahan 79 Narapidana Risiko Tinggi dari Sulsel ke Nusakambagan Berlangsung Kondusif

Juli 21, 2026
INFO GLOBAL NEWS
Spain - Madrid - Templo de Debod
vkworkspace_44LTQf9CDm
BUBBLES
b9faec37-f84d-44eb-a3b3-77e2914d4c54.jpeg
chrome_qKWapzqMB9
Photo Booth test
chrome_2026-07-22_09-08-39
IMGP4120~2
Porsche. 22 reg. Baffle Haus.

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

INFO GLOBAL NEWS
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok Telegram
  • REDAKSI
  • MEDIA SIBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • MEDIA SIBER
  • TENTANG KAMI
© 2026 INFO GLOBAL NEWS. Designed by Asnur.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.