BULUKUMBA – infoglobalnews.id | Pemberitaan yang beredar di salah satu media online terkait dugaan penikaman terhadap Kepala Desa Benteng Malewang pada Senin malam (4/5/2026) dinilai tidak akurat, tidak berimbang, dan berpotensi menyesatkan publik.
Sejumlah warga Desa Benteng Malewang mempertanyakan kredibilitas informasi tersebut karena tidak mencantumkan sumber yang jelas dan dapat diverifikasi. Seluruh isi pemberitaan hanya merujuk pada “sumber yang enggan disebutkan namanya” tanpa disertai bukti konkret maupun konfirmasi dari pihak berwenang.
Masyarakat menilai, informasi serius seperti dugaan penikaman semestinya didukung oleh data valid, seperti identitas saksi, keterangan resmi aparat kepolisian, serta fakta lapangan yang dapat diuji.
“Berita seperti ini sangat berbahaya karena bisa memicu keresahan. Tanpa saksi yang jelas dan tanpa bukti, ini patut diduga sebagai informasi yang belum terverifikasi,” ujar salah satu warga.
Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait adanya peristiwa penikaman sebagaimana yang diberitakan. Kondisi ini semakin memperkuat bahwa pemberitaan tersebut tidak melalui proses verifikasi yang memadai sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik.
Heri Syam, perwakilan pemuda Desa Benteng Malewang, menilai pemberitaan tersebut sebagai bentuk kelalaian serius dalam praktik jurnalistik.
“Ini bukan sekadar kekeliruan, ini menyangkut tanggung jawab publik. Jangan membangun opini dari sumber anonim tanpa dasar yang jelas. Kalau memang ada kejadian, tunjukkan bukti dan data yang bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Heri.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam apabila tidak ada klarifikasi dari media yang bersangkutan.
“Kami memberikan kesempatan kepada media tersebut untuk segera melakukan klarifikasi dan memuat hak jawab secara terbuka. Jika diabaikan, kami siap menempuh langkah lanjutan dengan melaporkan ke Dewan Pers serta mempertimbangkan upaya hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” lanjutnya.
Warga Desa Benteng Malewang mendesak agar media yang bersangkutan menjunjung tinggi prinsip keberimbangan, verifikasi, dan akurasi dalam setiap pemberitaan.
Masyarakat juga mengimbau seluruh pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, demi menjaga situasi tetap kondusif dan menghindari konflik sosial di tengah masyarakat.
*(Tim)*


