Makassar — infoglobalnews.id | Aksi penipuan yang mengatasnamakan pihak perbankan kembali marak dan meresahkan masyarakat. Kali ini, seorang anak remaja bernama Fajar Ahmad Wahyuddin menjadi korban penipuan melalui aplikasi WhatsApp hingga mengakibatkan saldo rekening bank miliknya habis.
Menurut keterangan orang tua korban, kejadian bermula saat korban menerima pesan WhatsApp dari seseorang yang mengaku sebagai pihak bank. Pelaku kemudian menyampaikan informasi palsu terkait rekening korban dan melakukan tekanan agar korban mengikuti arahan yang diberikan.

Pelaku yang mengaku bernama Khairunnisa dan menggunakan nomor 0831-6191-6835, diduga memaksa korban untuk melakukan transfer uang sebesar Rp1.000.000. Karena panik dan takut, korban akhirnya menuruti permintaan tersebut. Tak hanya itu, saldo rekening korban dilaporkan terkuras hingga habis.
“Kami menyampaikan kejadian ini agar menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya para orang tua dan anak-anak remaja, agar lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan pesan yang mengatasnamakan bank,” ujar orang tua korban.
Pihak keluarga menegaskan bahwa bank tidak pernah menghubungi nasabah melalui WhatsApp pribadi untuk meminta transfer uang, data pribadi, PIN, maupun kode OTP. Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan konfirmasi langsung ke kantor cabang resmi atau call center bank jika menerima informasi mencurigakan.
Atas kejadian tersebut, masyarakat diminta untuk:
°Mengabaikan dan memblokir pesan mencurigakan
°Tidak memberikan data pribadi atau mengikuti instruksi transfer
°Segera melaporkan nomor mencurigakan ke pihak bank atau aparat berwenang
Kasus ini diharapkan menjadi pengingat bersama akan pentingnya kewaspadaan di tengah meningkatnya kejahatan siber yang menyasar berbagai kalangan, termasuk anak dan remaja.
(FajarAhmad/Admin)


