PASANGKAYU – infoglobalnews.id Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pasangkayu terus diperkuat. Pemerintah Kabupaten Pasangkayu bersama PT Astra Agro Lestari Tbk melalui lima anak usahanya resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam program Sigap65damkarmat_Pasangkayu, sebagai langkah membangun sistem penanggulangan kebakaran yang lebih cepat, terpadu, dan berkelanjutan.
Penandatanganan kerja sama yang berlangsung di Kantor Bupati Pasangkayu pada Rabu (22/7/2026) itu turut dirangkaikan dengan simulasi terpadu penanganan kebakaran, melibatkan pemerintah daerah, perusahaan, relawan, serta berbagai unsur terkait.
Bupati Pasangkayu, Yaumil Ambo Djiwa, menegaskan bahwa penanganan kebakaran merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat dibebankan kepada satu instansi saja. Menurutnya, keberhasilan pengendalian karhutla sangat bergantung pada sinergi lintas sektor.
“Penandatanganan MoU ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bukti nyata komitmen bersama untuk membangun sistem penanggulangan kebakaran yang kolaboratif, cepat, dan berkelanjutan,” ujar Yaumil.
Ia mengapresiasi dukungan perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit Grup Astra yang telah berkontribusi melalui penyediaan personel, armada pemadam, serta berbagai fasilitas pendukung untuk memperkuat kapasitas penanganan kebakaran di daerah.
Melalui kerja sama tersebut, armada pemadam, sumber daya manusia, hingga fasilitas milik perusahaan akan diintegrasikan dengan sistem penanggulangan kebakaran Pemerintah Kabupaten Pasangkayu. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat waktu tanggap, terutama di kawasan perkebunan dan wilayah terpencil yang selama ini menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran.
Sementara itu, Manajemen PT Astra Agro Lestari Tbk, Rendy H. Prabowo, menyatakan keterlibatan lima anak usaha Astra Agro dalam program Sigap65damkarmat_Pasangkayu merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pemerintah daerah menciptakan sistem penanggulangan kebakaran yang lebih efektif.
“Kami meyakini bahwa penanggulangan kebakaran tidak dapat dilakukan sendiri. Melalui kerja sama ini, Astra Agro bersama lima unit usaha di Pasangkayu siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pasangkayu dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat respons terhadap setiap kejadian kebakaran,” kata Rendy.
Ia menambahkan, perusahaan siap mengintegrasikan seluruh sumber daya yang dimiliki agar proses penanganan kebakaran dapat berlangsung cepat, terkoordinasi, dan memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat maupun lingkungan.
Menurutnya, kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Astra Agro dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung pembangunan sistem mitigasi bencana yang tangguh.
Program Sigap65damkarmat_Pasangkayu sendiri lahir sebagai inovasi untuk menjawab tantangan geografis Kabupaten Pasangkayu yang memiliki wilayah cukup luas. Nama “SIGAP” merupakan akronim dari Siap Siaga, sedangkan angka “65” merujuk pada kode komunikasi darurat kebakaran yang digunakan dalam layanan pemadam kebakaran.
Melalui program ini, seluruh pihak menargetkan waktu tanggap maksimal 15 menit sejak laporan diterima. Target tersebut diharapkan mampu menekan potensi meluasnya kebakaran, sehingga risiko terhadap permukiman warga, kawasan perkebunan, maupun lahan produktif dapat diminimalkan.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, pemerintah desa, dan masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun sistem penanggulangan karhutla yang lebih tangguh, adaptif, dan responsif di Kabupaten Pasangkayu.


