POLEWALI MANDAR – Infoglobalnews.id | Memasuki bulan Agustus, pelayanan Posyandu kembali menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan kesehatan bayi, balita, dan anak sekolah. Pada periode ini, pemerintah melaksanakan pemberian kapsul Vitamin A, obat cacing, serta Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) sebagai bagian dari program nasional untuk melindungi anak dari berbagai penyakit dan mendukung tumbuh kembang yang optimal.
Dalam program BIAS, anak-anak sekolah memperoleh imunisasi sesuai sasaran usia, seperti vaksin campak dan Human Papillomavirus (HPV). Sementara itu, bayi dan balita mendapatkan kapsul Vitamin A serta obat cacing sesuai jadwal yang telah ditetapkan tenaga kesehatan.
Apoteker Puskesmas Campalagian, Hilyah Fadhilah Al Hamdani, S.Farm., Apt., mengatakan ketiga program tersebut merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan anak sekaligus mencegah penyakit yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan mereka. Namun, menurutnya, setiap layanan memiliki tata cara pemberian yang harus dipatuhi agar manfaatnya optimal dan keamanan anak tetap terjaga.
“Vitamin A memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mata, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendukung pertumbuhan anak. Karena itu, pemberian Vitamin A dilakukan terlebih dahulu, kemudian sekitar 30 menit setelahnya dilanjutkan dengan pemberian obat cacing agar penyerapannya berlangsung lebih optimal,” jelas Hilyah.
Ia menegaskan bahwa masyarakat juga perlu memahami obat cacing tidak boleh diberikan bersamaan dengan imunisasi. Pemberiannya harus diberi jeda minimal tujuh hari sebelum atau sesudah pelaksanaan imunisasi.
“Jeda tersebut penting agar tenaga kesehatan dapat memantau apabila muncul Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) maupun efek samping obat cacing. Jika diberikan secara bersamaan, akan sulit menentukan penyebab apabila anak mengalami demam, mual, atau keluhan lainnya,” ujarnya.
Selain itu, Hilyah menjelaskan terdapat beberapa kondisi yang mengharuskan pemberian obat cacing maupun imunisasi ditunda, seperti ketika anak sedang demam, kondisi tubuh tidak fit, atau mengalami gangguan fungsi ginjal maupun hati yang berat. Penundaan dilakukan sebagai langkah kehati-hatian demi menjaga keselamatan anak hingga kondisi kesehatannya kembali pulih.
Menurutnya, Posyandu tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga menjadi pusat edukasi bagi masyarakat. Melalui Posyandu, orang tua memperoleh informasi mengenai pemenuhan gizi, pentingnya imunisasi, pencegahan penyakit, pola hidup bersih dan sehat, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala. Peran kader Posyandu bersama tenaga kesehatan dinilai sangat penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat agar rutin memanfaatkan layanan kesehatan.
Hilyah mengajak seluruh orang tua untuk membawa anak ke Posyandu dan memastikan mereka mengikuti seluruh rangkaian program kesehatan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Anak yang sehat merupakan investasi masa depan bangsa. Mari bersama-sama memastikan setiap anak memperoleh kapsul Vitamin A, obat cacing, serta imunisasi sesuai jadwal dan anjuran tenaga kesehatan. Generasi yang sehat hari ini adalah fondasi Indonesia yang lebih kuat di masa depan,” tutupnya.


