klik untuk pemberbesar gambar
TANGERANG — Di balik setiap aktivitas dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terdapat proses panjang yang tidak berhenti pada penyediaan makanan bagi penerima manfaat. Pengelolaan air limbah menjadi salah satu bagian penting yang perlu diperhatikan agar kegiatan operasional dapur berjalan secara tertata sekaligus memperhatikan lingkungan.


Aktivitas pencucian bahan pangan, peralatan memasak, wadah makanan hingga pembersihan area produksi menghasilkan air limbah yang berpotensi membawa minyak dan lemak, sisa makanan, padatan tersuspensi, bahan organik, deterjen serta mikroorganisme. Karena itu, air limbah membutuhkan pengolahan sebelum dialirkan menuju outlet.
Kebutuhan tersebut membuka ruang bagi pengembangan teknologi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dirancang sesuai karakteristik limbah dapur. Salah satunya melalui BIOGIFT, produk sistem pengolahan air limbah yang diproduksi oleh PT Global Inti Fibertech, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan air limbah dan produk berbahan fiberglass. Situs perusahaan mencantumkan sejumlah produk, termasuk grease trap, Sewage Treatment Plant (STP) BIOGIFT dan Waste Water Treatment Plant (WWTP) BIOGIFT. (Global Intifibertech)
Pengolahan Limbah Tidak Cukup dengan Satu Tahap
Konsep utama pengolahan air limbah adalah bagaimana limbah ditangani secara bertahap sesuai karakteristiknya.
Dalam dokumen teknis IPAL Dapur MBG, sistem pengolahan dirancang melalui rangkaian Grease Trap, Bak Penampungan, Equalization, Anaerob, Aerob, Disinfeksi, Tangki Antara, Sand Filter, Activated Carbon Filter hingga Outlet.
Tahapan awal dimulai melalui Grease Trap.
Unit ini berfungsi memisahkan minyak, lemak, sisa makanan, padatan kasar dan material terapung. Minyak serta lemak yang lebih ringan dari air cenderung tertahan di bagian atas, sedangkan material yang lebih berat dapat mengendap. Proses tersebut membantu mengurangi beban minyak, lemak dan padatan sebelum air memasuki tahapan biologis.
Setelah melewati grease trap, air limbah ditampung sementara sebelum dipindahkan menuju Equalization Tank.
Pada tahap ekualisasi, debit dan karakteristik limbah dibuat lebih stabil sehingga proses pengolahan biologis berikutnya tidak menerima perubahan beban secara tiba-tiba.
Anaerob dan Aerob, Proses Biologis yang Saling Melengkapi
Dari proses ekualisasi, air limbah masuk ke Anaerobic Chamber. Mikroorganisme bekerja menguraikan bahan organik dalam kondisi tanpa suplai oksigen secara langsung. Tahapan ini membantu menurunkan beban organik, termasuk membantu penurunan BOD dan COD.
Berikutnya, air memasuki Aerobic Chamber.
Pada tahap ini, mikroorganisme mendapatkan suplai oksigen melalui blower atau aerator dan diffuser. Proses tersebut membantu melanjutkan degradasi bahan organik yang masih tersisa sekaligus membantu mengurangi potensi bau akibat bahan organik.
Kombinasi pengolahan anaerob dan aerob membuat proses biologis berlangsung secara berjenjang sebelum air masuk ke tahap penyempurnaan.
Disinfeksi dan Filtrasi
Setelah proses biologis, air masuk ke tahap disinfection atau chlorination.
Klorin digunakan untuk membantu mengendalikan mikroorganisme pada air hasil pengolahan. Dalam pengoperasiannya, dosis chlorine dan waktu kontak perlu dikendalikan agar proses berjalan efektif dan tidak menghasilkan residu klorin berlebihan.
Air selanjutnya ditampung pada Intermediate Tank sebelum menuju sistem filtrasi.
Tahap pertama menggunakan Sand Filter. Media ini berfungsi menahan partikel halus, mengurangi kekeruhan dan menahan padatan tersuspensi yang masih terbawa setelah proses biologis.
Selanjutnya air melewati Activated Carbon Filter. Karbon aktif memiliki struktur berpori yang membantu mengadsorpsi sejumlah senyawa tertentu dan berfungsi membantu mengurangi bau, warna serta sebagian senyawa organik yang masih tersisa.
Rangkaian tersebut menjadikan pengolahan air limbah berlangsung melalui beberapa mekanisme, bukan bergantung pada satu proses saja.
BIOGIFT, Solusi Pengolahan Limbah Berbasis Fiberglass
PT Global Inti Fibertech sendiri mencantumkan BIOGIFT sebagai salah satu merek produk pengolahan limbahnya. Perusahaan juga memproduksi berbagai produk fiberglass serta sistem pengolahan seperti grease trap, STP dan WWTP. (Global Intifibertech)
Melalui lini produk tersebut, perusahaan menawarkan solusi pengolahan air limbah untuk berbagai kebutuhan. Dalam konteks dapur MBG, sistem IPAL menjadi salah satu kebutuhan penting karena karakteristik limbah dapur membutuhkan penanganan mulai dari pemisahan minyak dan padatan hingga proses biologis dan filtrasi.
Materi promosi BIOGIFT untuk kebutuhan IPAL Dapur MBG juga menampilkan unit pengolahan serta layanan instalasi dan pengiriman. Untuk informasi harga, kapasitas dan spesifikasi, calon pengguna perlu melakukan konsultasi agar sistem yang dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lokasi.
Dari Workshop Tangerang untuk Kebutuhan Pengolahan Limbah
Produksi dan pengembangan berbagai produk pengolahan limbah tersebut dilakukan oleh PT Global Inti Fibertech di Tangerang.
Perusahaan menyebut dirinya sebagai spesialis pengolahan air limbah dan produk fiberglass, dengan produk yang mencakup IPAL, STP, WWTP, grease trap dan berbagai produk fiberglass lainnya. (Tangki Air)
Bagi pengelola SPPG yang membutuhkan informasi mengenai sistem IPAL, spesifikasi maupun kebutuhan instalasi, PT Global Inti Fibertech dapat dihubungi melalui:
PT GLOBAL INTI FIBERTECH
Workshop: Jl. Raya Belimbing No. 700, Belimbing, Kosambi, Belimbing, Tangerang, Kabupaten Tangerang, Banten 15212
Produk: BIOGIFT – Sistem IPAL/WWTP
Kontak Person:
Daniel Wang — 0823 3970 0700
0812 6170 0800
Situs resmi perusahaan juga mencantumkan Daniel Wang dengan nomor 082339700700 sebagai kontak, serta nomor WhatsApp 081261700800. (Tangki Air)
Bukan Sekadar Memasang IPAL
Pengadaan IPAL pada dapur MBG tidak semestinya hanya dilihat dari keberadaan fisik unit. Kinerja sistem sangat dipengaruhi oleh kesesuaian kapasitas desain, karakteristik dan beban pencemar, waktu tinggal, kondisi proses biologis, dosis disinfektan, pemeliharaan media filter serta pengoperasian sesuai prosedur.
Karena itu, sistem IPAL harus dipilih dan dioperasikan berdasarkan kebutuhan masing-masing dapur.
Dokumen teknis juga menegaskan bahwa air hasil pengolahan dapat dialirkan menuju saluran pembuangan atau badan air penerima setelah kualitas air hasil olahan memenuhi baku mutu dan persyaratan pembuangan yang berlaku.
Dengan pendekatan tersebut, keberadaan IPAL tidak hanya menjadi fasilitas pendukung dapur MBG, tetapi bagian dari tata kelola operasional yang memperhatikan aspek lingkungan.
BIOGIFT dari PT Global Inti Fibertech hadir sebagai salah satu pilihan solusi pengolahan air limbah, dengan sistem bertingkat yang menggabungkan pemisahan awal, pengolahan biologis, disinfeksi dan filtrasi.
Pada akhirnya, dapur MBG yang berkelanjutan bukan hanya berbicara mengenai makanan bergizi yang sampai kepada penerima manfaat, tetapi juga bagaimana seluruh proses di belakangnya—termasuk pengelolaan air limbah—dijalankan secara bertanggung jawab terhadap lingkungan.


