Klik untuk memperbesar gambar 👆
MAMUJU — Manajemen SPBU Tapalang, Kabupaten Mamuju, memberikan klarifikasi terkait beredarnya tangkapan layar percakapan WhatsApp yang sebelumnya dikaitkan dengan dugaan distribusi solar bersubsidi.
Dalam konfirmasi kepada redaksi, pihak SPBU Tapalang menegaskan bahwa percakapan WhatsApp yang beredar tersebut bukan berasal dari pihak SPBU. Manajemen juga menyatakan bahwa percakapan tersebut tidak dilakukan melalui nomor maupun akun komunikasi yang digunakan pihak SPBU dalam kegiatan operasionalnya.
Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul beredarnya tangkapan layar percakapan yang memuat pembahasan mengenai keberadaan “barang” serta kalimat yang menyebut solar disebut “terbuka” dan kemudian “dilansir”.
Dalam percakapan yang beredar, salah satu pesan berbunyi:
“Assalamu’alaikum dek, Posisi?”
Kemudian dibalas:
“Di Kalukku ka kanda.”
Percakapan berlanjut dengan kalimat:
“Terbuka tdi mlm kata.y TPI Toni na lansirkan.”
Kemudian disusul:
“Ndak tau siapa na ambilkan.”
Isi percakapan tersebut kemudian menjadi perhatian karena terdapat istilah yang oleh sebagian pihak diduga berkaitan dengan aktivitas penyaluran solar bersubsidi.
Namun, berdasarkan klarifikasi pihak SPBU Tapalang, tangkapan layar tersebut tidak berasal dari komunikasi pihak SPBU. Karena itu, isi percakapan tersebut tidak dapat secara otomatis dikaitkan dengan manajemen, petugas, maupun aktivitas operasional SPBU Tapalang tanpa adanya bukti lain yang dapat diverifikasi.
Asal-usul Chat Perlu Diverifikasi
Dalam konteks pemberitaan, asal-usul sebuah percakapan digital menjadi bagian penting yang perlu dipastikan sebelum dikaitkan dengan suatu badan usaha atau individu.
Tangkapan layar percakapan, tanpa verifikasi mengenai pemilik nomor, akun, waktu komunikasi, konteks percakapan, serta hubungan para pihak dengan SPBU, belum cukup untuk membuktikan bahwa komunikasi tersebut merupakan bagian dari aktivitas internal SPBU.
Terlebih, dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi berkaitan dengan aktivitas distribusi yang memiliki mekanisme administrasi dan pencatatan.
Karena itu, apabila terdapat dugaan penyimpangan dalam penyaluran solar bersubsidi, pemeriksaan dapat dilakukan melalui data transaksi, pencatatan volume penyaluran, data stok, sistem transaksi konsumen, rekaman CCTV, serta dokumen administrasi terkait.
Dengan mekanisme tersebut, dugaan dapat diuji berdasarkan data faktual, bukan hanya berdasarkan sebuah tangkapan layar yang asal-usulnya belum terverifikasi.
SPBU Tegaskan Tidak Ingin Dikaitkan dengan Chat Tersebut
Pihak SPBU Tapalang meminta agar percakapan WhatsApp yang beredar tidak langsung dikaitkan dengan aktivitas SPBU apabila belum terdapat bukti yang menunjukkan hubungan antara percakapan tersebut dengan pihak SPBU.
“Intinya, chat yang beredar itu bukan dari pihak SPBU,” demikian penegasan pihak SPBU dalam konfirmasi kepada redaksi.
Dengan klarifikasi tersebut, terdapat dua hal yang perlu dibedakan. Pertama, keberadaan tangkapan layar percakapan yang beredar.
Kedua, kebenaran mengenai siapa pemilik akun, siapa pihak yang berkomunikasi, serta apakah percakapan tersebut memiliki hubungan dengan kegiatan distribusi solar di SPBU Tapalang.
Hingga saat ini, keterkaitan antara percakapan tersebut dengan SPBU Tapalang belum terbukti berdasarkan keterangan yang tersedia.
Jika di kemudian hari terdapat bukti mengenai dugaan penyimpangan distribusi solar bersubsidi, informasi tersebut tetap dapat diuji melalui mekanisme pengawasan dan pemeriksaan oleh pihak yang berwenang.
Dengan adanya klarifikasi ini, pihak SPBU Tapalang menegaskan bahwa chat WhatsApp yang beredar bukan berasal dari pihak SPBU dan meminta agar tidak terjadi pengaitan langsung antara percakapan tersebut dengan manajemen maupun kegiatan operasional SPBU tanpa bukti yang dapat diverifikasi.



