Klik untuk memperbesar gambar ๐
PASANGKAYU โ Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan perannya dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah. Pada Jumat (16/10/2026), kegiatan pemberian makanan bergizi dilaksanakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasangkayu Tikke Raya di wilayah Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.
Salah satu potret penerima manfaat terlihat di TK Satap SD Inpres 004 Tikke. Para peserta didik menjadi bagian dari sasaran program yang bertujuan mendukung pemenuhan kebutuhan gizi sejak usia dini. Kehadiran program ini di lingkungan pendidikan diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut menjangkau penerima manfaat di Desa Makmur Jaya dan Desa Tikke. Sasaran program tidak hanya mencakup peserta didik, tetapi juga pendidik, tenaga kependidikan, serta kelompok masyarakat yang dilayani melalui posyandu.
Sajikan Menu Bergizi Seimbang
Dalam pelaksanaan kegiatan kali ini, SPPG Pasangkayu Tikke Raya menyiapkan menu berupa nasi putih, telur ceplok balado, tempe goreng, tumis kangkung, buah semangka, dan susu.
Kombinasi menu tersebut menghadirkan beragam sumber zat gizi, mulai dari karbohidrat, protein, sayuran, hingga buah dan susu. Penyediaan makanan dengan variasi bahan pangan menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat.
Bagi anak-anak usia dini, asupan gizi yang memadai berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan. Sementara itu, pembiasaan mengonsumsi makanan beragam dan bergizi sejak dini diharapkan dapat membangun pola makan yang lebih baik.
Jangkau Tujuh Sekolah dan Sepuluh Posyandu
Pelaksanaan program MBG oleh SPPG Pasangkayu Tikke Raya mencakup tujuh satuan pendidikan dan sepuluh posyandu di wilayah sasaran.
Tujuh satuan pendidikan tersebut meliputi TK Satap SDN 002 Makmur Jaya, TK Satap SD Inpres 004 Tikke, SD Inpres Pirsus Tikke, SDN Inpres Tikke, SD Makmur Jaya, SMP Astra Makmur Jaya, dan TK Sari Wiwit.
Berdasarkan data penerima manfaat yang dihimpun, jumlah peserta didik di tujuh satuan pendidikan tersebut mencapai 1.283 orang.
Selain lingkungan sekolah, program ini juga menjangkau kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita melalui posyandu. Sebanyak sepuluh posyandu yang tercantum dalam laporan kegiatan meliputi Posyandu Manggis Maradde, Nusa Indah, Asoka, Seruni, Lavender, Durian, Rambutan, Cempaka, Bandeng, dan Tuna.
Keterlibatan posyandu memperlihatkan bahwa sasaran pelayanan pemenuhan gizi tidak terbatas pada anak usia sekolah. Ibu hamil, ibu menyusui, dan balita juga menjadi kelompok penting yang memerlukan perhatian terhadap kebutuhan gizi.
Didukung 40 Relawan
Kegiatan pelayanan MBG ini berada di bawah naungan Yayasan Punggawa Batara Alam. Operasional SPPG dipimpin oleh Kepala SPPG I Gusti Made Sandiana, S.P., dengan dukungan Pengawas Gizi Octaviani Palallang, S.Gz., Pengawas Keuangan Marni Embon, S.Ak., serta Asisten Lapangan Ahmad Farhan, S.Pd.
Dalam menjalankan pelayanan, SPPG tersebut didukung oleh 40 relawan dan dua personel sekuriti. Seluruh unsur tersebut menjadi bagian dari dukungan operasional untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pelayanan makanan bergizi bagi penerima manfaat.
SPPG Pasangkayu Tikke Raya beralamat di Jalan Trans Letawa, Desa Makmur Jaya, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.
Dukung Generasi Sehat dan Berkualitas
Potret penerima manfaat di TK Satap SD Inpres 004 Tikke menjadi gambaran pentingnya perhatian terhadap pemenuhan gizi anak sejak usia dini. Melalui penyediaan makanan bergizi, program MBG diharapkan dapat mendukung kesehatan anak sekaligus menunjang aktivitas mereka dalam mengikuti proses pembelajaran.
Di sisi lain, jangkauan pelayanan hingga kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita melalui posyandu memperlihatkan pentingnya pemenuhan gizi pada berbagai tahapan kehidupan.
Dengan dukungan tenaga pelaksana, relawan, satuan pendidikan, dan posyandu, pelaksanaan program MBG di Kecamatan Tikke Raya diharapkan dapat terus berjalan dengan memperhatikan kualitas makanan, kebersihan, keamanan pangan, serta ketepatan penyaluran.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah bersama dalam mendukung lahirnya generasi yang sehat, tumbuh optimal, dan memiliki kesempatan lebih baik untuk meraih masa depan.



