Close Menu
INFO GLOBAL NEWSINFO GLOBAL NEWS
  • BERITA
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • POLITIK
  • SOROTAN
  • Pemerintahan
  • Polri
Arsip
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • November 2022
  • Maret 2022
  • Maret 2021
  • Januari 2021
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Technology
  • Gaming
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
INFO GLOBAL NEWSINFO GLOBAL NEWS
  • BERITA
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • POLITIK
  • SOROTAN
  • Pemerintahan
  • Polri
Subscribe
INFO GLOBAL NEWSINFO GLOBAL NEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • SOROTAN
  • Pemerintahan
  • Polri
Beranda » Ketika Perang Jauh Menentukan Kebijakan Dalam Negeri: Nasib Ekonomi Negara Berkembang di Tengah Konflik Iran–Israel–Amerika
Artikel

Ketika Perang Jauh Menentukan Kebijakan Dalam Negeri: Nasib Ekonomi Negara Berkembang di Tengah Konflik Iran–Israel–Amerika

IchiroBy IchiroMaret 7, 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram
Share
Facebook WhatsApp Telegram Twitter

Makassar – infoglobalnews.id | Konflik geopolitik sering kali dipersepsikan sebagai peristiwa yang jauh dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Namun dalam era globalisasi ekonomi, perang di suatu kawasan dapat memengaruhi kebijakan publik di negara lain yang bahkan tidak terlibat dalam konflik tersebut.

Ketegangan antara Iran, Israel, dan dukungan militer dari Amerika Serikat menunjukkan bagaimana dinamika geopolitik global dapat memaksa negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk menyesuaikan kebijakan ekonominya.

Bagi negara berkembang, konflik internasional bukan hanya persoalan diplomasi atau keamanan global. Dampaknya sering kali langsung terasa pada sektor ekonomi domestik, terutama melalui fluktuasi harga energi, gangguan perdagangan internasional, dan perubahan arus investasi global. Dalam konteks inilah kebijakan publik menjadi instrumen utama bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi masyarakat dari guncangan eksternal.

Salah satu sektor yang paling cepat terpengaruh oleh konflik di Timur Tengah adalah energi. Kawasan tersebut merupakan salah satu pusat produksi minyak dunia dan jalur strategis perdagangan energi, terutama melalui Selat Hormuz. Ketika konflik meningkat, pasar energi global merespons dengan lonjakan harga minyak. Bagi negara berkembang yang masih bergantung pada impor energi, kondisi ini dapat memicu tekanan besar terhadap kebijakan fiskal.

Di Indonesia, kenaikan harga minyak global sering kali memaksa pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan subsidi energi. Subsidi bahan bakar merupakan instrumen kebijakan publik yang dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun ketika harga minyak dunia meningkat drastis, beban subsidi dapat membengkak dan mengurangi ruang fiskal pemerintah untuk program pembangunan lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Dilema kebijakan ini menunjukkan bagaimana konflik global dapat memengaruhi prioritas kebijakan domestik. Pemerintah harus memilih antara menjaga stabilitas harga energi atau menjaga kesehatan fiskal negara. Kedua pilihan tersebut memiliki konsekuensi sosial dan politik yang tidak sederhana.

Selain energi, sektor perdagangan juga menghadapi tantangan yang tidak kalah besar. Konflik geopolitik sering kali memicu gangguan pada rantai pasok global. Kenaikan biaya logistik dan ketidakpastian perdagangan dapat berdampak pada harga barang impor dan ekspor. Dalam kondisi seperti ini, kebijakan perdagangan menjadi alat penting bagi negara berkembang untuk menjaga stabilitas pasar domestik.

Pemerintah dapat merespons situasi tersebut melalui berbagai kebijakan publik, seperti diversifikasi sumber impor, penguatan produksi domestik, serta peningkatan cadangan strategis komoditas penting. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar global yang sangat rentan terhadap konflik geopolitik.

Di sisi lain, konflik global juga memengaruhi dinamika investasi internasional. Ketika ketidakpastian geopolitik meningkat, investor global cenderung mengalihkan modal mereka ke negara yang dianggap lebih aman. Negara berkembang dengan stabilitas politik dan kebijakan ekonomi yang kredibel dapat memanfaatkan situasi ini untuk menarik investasi baru.

Dalam konteks kebijakan publik, pemerintah perlu menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui reformasi regulasi, peningkatan kualitas infrastruktur, serta kepastian hukum bagi pelaku usaha. Dengan demikian, gejolak geopolitik yang pada awalnya terlihat sebagai ancaman dapat diubah menjadi peluang ekonomi.

Namun yang tidak kalah penting adalah kebijakan jangka panjang dalam bidang energi. Konflik di Timur Tengah menjadi pengingat bahwa ketergantungan terhadap energi fosil impor merupakan kerentanan strategis bagi banyak negara berkembang. Oleh karena itu, kebijakan transisi energi menuju sumber energi terbarukan harus menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional.

Investasi dalam energi surya, angin, dan bioenergi tidak hanya berkaitan dengan isu lingkungan, tetapi juga merupakan strategi kebijakan publik untuk meningkatkan kemandirian energi nasional. Negara yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi impor akan lebih tahan terhadap guncangan geopolitik global.

Dalam perspektif kebijakan publik, konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat juga menunjukkan pentingnya pendekatan adaptif dalam pengelolaan ekonomi nasional. Pemerintah tidak hanya dituntut untuk merespons krisis secara reaktif, tetapi juga harus mampu merancang kebijakan yang bersifat antisipatif terhadap berbagai kemungkinan perubahan global.

Bagi Indonesia, strategi kebijakan publik yang berorientasi pada ketahanan ekonomi menjadi sangat penting. Penguatan industri domestik, diversifikasi energi, serta peningkatan nilai tambah sumber daya alam merupakan langkah strategis untuk menghadapi ketidakpastian global.

Pada akhirnya, perang di Timur Tengah mungkin terjadi jauh dari wilayah Indonesia, tetapi dampaknya dapat terasa hingga ke meja kebijakan pemerintah di dalam negeri. Dalam dunia yang saling terhubung, konflik global sering kali berubah menjadi ujian bagi kapasitas kebijakan publik suatu negara.

Oleh karena itu, nasib ekonomi negara berkembang di tengah konflik geopolitik tidak hanya ditentukan oleh dinamika perang itu sendiri, tetapi juga oleh kualitas kebijakan publik yang mampu menjaga stabilitas, melindungi masyarakat, dan mengarahkan pembangunan ekonomi ke arah yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Oleh : Sahade

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Univ. Negeri Makassar.

Koordinator Liputan Sulselbar H. Ahmad Sukriansyah 

Post Views: 300
Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram
Previous ArticleDiskusi Kebangsaan Perkuat Komitmen PMKRI Meneguhkan Pancasila
Next Article Pernyataan Publik: Kepanikan Antrean BBM dan Dampak Konflik Timur Tengah
Ichiro
  • Website

Berita Terkait:

Artikel

RUPIAH DI PERSIMPANGAN SEJARAH: MENGURAI TRAGEDI Rp. 17.700 DAN DI LEMA NOL DI UJUNG MATA UANG

April 18, 2026
Artikel

Pernyataan Publik: Kepanikan Antrean BBM dan Dampak Konflik Timur Tengah

Maret 7, 2026
Artikel

Di Bulan Ramadhan, AKPERSI Dorong Insan Pers Jujur, Profesional, dan Bertanggung Jawab

Februari 19, 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Kasus Mandek di Benteng Malewang, Muncul Dugaan Kongkalikong antara Pelaku, Oknum Aparat, dan Pemerintah Desa

April 15, 2026250 Views

BANTAHAN TEGAS ATAS PEMBERITAAN DUGAAN PENIKAMAN KADES BENTENG MALEWANG

Mei 5, 2026450 Views

Najwa Salsabila Agussalim Bersinar di Grand Final Top Model Remaja Takalar

Februari 10, 202615 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
About
About
Facebook X (Twitter) YouTube TikTok
What's Hot

Bantaeng Bukan Ruang Bagi Premanisme. Demokrasi Tidak Boleh Dibungkam dengan Intimidasi

Mei 30, 2026

Ini Motif Pembunuhan Sadis Anak SD 12 Tahun di Kelurahan Tallo

Mei 29, 2026

Selain Jual Miras Palsu THM Phantom Ternyata Juga Tak Punya Ijin NPPBKC

Mei 29, 2026
Most Popular

Kasus Mandek di Benteng Malewang, Muncul Dugaan Kongkalikong antara Pelaku, Oknum Aparat, dan Pemerintah Desa

April 15, 2026250 Views

BANTAHAN TEGAS ATAS PEMBERITAAN DUGAAN PENIKAMAN KADES BENTENG MALEWANG

Mei 5, 2026450 Views

Najwa Salsabila Agussalim Bersinar di Grand Final Top Model Remaja Takalar

Februari 10, 202615 Views
Our Picks

Bantaeng Bukan Ruang Bagi Premanisme. Demokrasi Tidak Boleh Dibungkam dengan Intimidasi

Mei 30, 2026

Ini Motif Pembunuhan Sadis Anak SD 12 Tahun di Kelurahan Tallo

Mei 29, 2026

Selain Jual Miras Palsu THM Phantom Ternyata Juga Tak Punya Ijin NPPBKC

Mei 29, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

INFO GLOBAL NEWS
DSC_6170-Edit.jpg
NVIDIA_Overlay_J9nOeR6zC2
Northstar|438/E26 NST
FiveM_GTAProcess_I4kiGV4kXG
explorer_DHO9zqyYOl
Locker Room Warmup
DSC_6851
Oregon’s Tulips, Spring 2026
52909441465.jpg
FiveM_GTAProcess_jV14CFAbYb
INFO GLOBAL NEWS
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok Telegram
  • REDAKSI
  • MEDIA SIBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • MEDIA SIBER
  • TENTANG KAMI
© 2026 INFO GLOBAL NEWS. Designed by Asnur.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.