Close Menu
INFO GLOBAL NEWSINFO GLOBAL NEWS
  • BERITA
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOROTAN
  • KESEHATAN
    • OTOMOTIVE
  • POLRI
Jasa Buat Legalitas
Arsip
  • Oktober 2026
  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • November 2022
  • Maret 2022
  • Maret 2021
  • Januari 2021
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Technology
  • Gaming
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
INFO GLOBAL NEWSINFO GLOBAL NEWS
  • BERITA
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOROTAN
  • KESEHATAN
    • OTOMOTIVE
  • POLRI
Subscribe
INFO GLOBAL NEWSINFO GLOBAL NEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • SOROTAN
  • KESEHATAN
  • POLRI
Beranda » RUPIAH DI PERSIMPANGAN SEJARAH: MENGURAI TRAGEDI Rp. 17.700 DAN DI LEMA NOL DI UJUNG MATA UANG
Artikel

RUPIAH DI PERSIMPANGAN SEJARAH: MENGURAI TRAGEDI Rp. 17.700 DAN DI LEMA NOL DI UJUNG MATA UANG

IchiroBy IchiroApril 18, 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram
Share
Facebook WhatsApp Telegram Twitter

Oleh : Sahade & Khaerun Nisa. SH.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Univ. Negeri Makassar.

Makassar – infoglobalnews.id | Pasar keuangan Indonesia sedang terguncang. Layar monitor bursa menunjukkan angka yang sebelumnya dianggap sebagai “batas psikologis yang mustahil”: Rp17.700 per Dolar AS. Dengan angka ini, Rupiah resmi mencatatkan depresiasi terparah sepanjang sejarah republik, melampaui titik nadir krisis 1998. Fenomena ini bukan sekadar fluktuasi angka, melainkan alarm keras bagi kedaulatan ekonomi nasional.

Mengapa Rupiah Begitu Rapuh?

Penyebab utama pelemahan ini adalah kombinasi mematikan antara tekanan global dan kerentanan struktural domestik. Secara eksternal, kebijakan suku bunga tinggi dari bank sentral AS (The Fed) yang bertahan lama (Higher for Longer) telah memicu penyedotan modal besar-besaran dari pasar negara berkembang kembali ke Amerika Serikat (capital outflow).

Namun, masalah sebenarnya ada di dalam negeri. Indonesia terjebak dalam Defisit Transaksi Berjalan (Current Account Deficit) yang persisten. Kita masih sangat bergantung pada ekspor komoditas mentah (batu bara, sawit, nikel) yang harganya sedang lesu, sementara kebutuhan impor bahan baku industri dan energi terus meningkat. Kerapuhan ini diperparah oleh ketergantungan pada investasi asing jangka pendek di pasar obligasi yang bersifat “hot money”—mudah datang, namun sangat cepat lari saat terjadi guncangan.

BACA:  Salah Menulis Berita Hukum Bisa Fatal, Mimbar Hukum Indonesia Siapkan Jurnalis Lewat Sertifikasi C.ILJ Batch 2, Daftar Sekarang!

Hantaman Fiskal dan Beban Negara

Bagi Indonesia, pelemahan ke Rp17.700 adalah beban fiskal yang nyata. Berdasarkan sensitivitas APBN, setiap pelemahan kurs sebesar Rp100, potensi defisit anggaran akan meningkat drastis.

Beban Utang:

Porsi utang luar negeri pemerintah yang didenominasi dalam valuta asing membengkak secara otomatis saat dikonversi ke Rupiah. Ini menyedot ruang belanja yang seharusnya bisa dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur atau pendidikan.

Subsidi Energi:

Harga minyak dunia dipatok dalam dolar. Dengan kurs Rp17.700, biaya impor BBM melonjak. Jika pemerintah tidak menaikkan harga BBM, APBN akan “berdarah” untuk menambal subsidi. Jika dinaikkan, inflasi akan meledak.

Efek Domino bagi Masyarakat

Dampaknya bagi warga tidaklah merata, namun semuanya menyakitkan.

Kelas Menengah:

Kelompok ini paling merasakan kenaikan harga barang konsumsi impor, mulai dari elektronik, suku cadang kendaraan, hingga biaya pendidikan ke luar negeri. Tabungan mereka tergerus karena kenaikan bunga kredit (KPR dan KKB) akibat kebijakan Bank Indonesia yang harus menaikkan suku bunga untuk menahan kejatuhan Rupiah.

BACA:  RHUKI Luncurkan Roadshow Dialog Hukum di Sulawesi Selatan

Kelas Bawah:

Bagi masyarakat bawah, ini adalah soal “piring nasi”. Indonesia masih mengimpor gandum, kedelai, dan pupuk. Kenaikan kurs langsung memicu harga mi instan, tahu, tempe, dan beras merangkak naik. Inflasi pangan (volatile food) adalah ancaman paling nyata bagi kemiskinan di titik ini.

Redenominasi: Solusi atau Ilusi?

Di tengah keterpurukan ini, wacana redenominasi (penyederhanaan nilai mata uang tanpa mengurangi daya beli, misal Rp1.000 menjadi Rp1) kembali mencuat. Apakah relevan? Secara psikologis, ya. Mata uang kita akan terlihat lebih “berwibawa” dan efisien dalam transaksi akuntansi. Namun, redenominasi bukanlah obat untuk memperkuat nilai tukar. Redenominasi tidak mengubah fundamental ekonomi.

Kendala Utama:

Risiko Inflasi Bayangan: Ada kecenderungan pedagang melakukan pembulatan ke atas (rounding up). Barang seharga Rp1.200 yang seharusnya menjadi Rp1,2, sering kali dibulatkan menjadi Rp1,5 atau Rp2.

BACA:  Mimbar Hukum Indonesia Apresiasi Rakernas AKPERSI: Jurnalis Harus Melek Digital dan Tangguh Secara Hukum

Kepercayaan Publik:

Melakukan redenominasi saat Rupiah sedang tidak stabil sangat berbahaya. Masyarakat bisa salah sangka menganggap ini adalah sanering (pemotongan nilai uang), yang memicu kepanikan dan aksi borong dolar besar-besaran.

Apa yang Harus Dilakukan?

Pemerintah harus berhenti menggunakan “obat jangka pendek”. Hilirisasi industri harus dipercepat agar kita mengekspor nilai tambah, bukan tanah air. Bank Indonesia harus tetap agresif dalam intervensi pasar, namun pemerintah juga wajib memberikan insentif agar eksportir memarkir dolar hasil ekspornya (DHE) di dalam negeri lebih lama.

Bagi masyarakat, kuncinya adalah efisiensi dan lokalisasi. Inilah saatnya memperketat ikat pinggang terhadap produk impor dan beralih ke konsumsi produk dalam negeri. Diversifikasi aset ke emas atau obligasi negara dapat menjadi perlindungan nilai (hedging) individu di tengah ketidakpastian yang kian pekat. Rupiah mungkin sedang di titik nadir, tapi pembenahan struktural adalah satu-satunya jalan agar kita tidak terus-menerus menjadi pecundang di pasar global.

Laporan Koordinator Liputan Sulsel-Bar H. Ahmad Sukriansyah 

Views: 465
Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram
Previous ArticlePresiden BEM FKIP UNM Dirganto: Tambang Emas Ancam Ruang Hidup dan Kedaulatan Lahan Warga Enrekang
Next Article Minim Saluran Irigasi, Pertanian Jeneponto Tak Kuat Hadapi Cuaca Ekstrem
Ichiro
  • Website

Berita Terkait:

Artikel

PERMA No. 2 Tahun 2026 Jadi Sorotan Nasional, Webinar Mimbar Hukum Indonesia Kupas Arah Baru Pemidanaan Terorisme di Indonesia

Agustus 1, 2026
Artikel

RHUKI Luncurkan Roadshow Dialog Hukum di Sulawesi Selatan

Juli 19, 2026
Artikel

Pernyataan Publik: Kepanikan Antrean BBM dan Dampak Konflik Timur Tengah

Maret 7, 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

HUT RI KE 81
PASANG IKLAN
Iklan
Top Posts

Kasus Mandek di Benteng Malewang, Muncul Dugaan Kongkalikong antara Pelaku, Oknum Aparat, dan Pemerintah Desa

April 15, 2026259 Views

BANTAHAN TEGAS ATAS PEMBERITAAN DUGAAN PENIKAMAN KADES BENTENG MALEWANG

Mei 5, 2026460 Views

Najwa Salsabila Agussalim Bersinar di Grand Final Top Model Remaja Takalar

Februari 10, 202625 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
About
About
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • BERITA
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOROTAN
  • KESEHATAN
    • OTOMOTIVE
  • POLRI
What's Hot

Kumpul Bersama Masyarakat di Kabupaten Gowa, Kapolda Sulsel Ajak Warga Berperan Aktif Jaga Kamtibmas

Oktober 28, 2026

Gagal Berangkat ke Tanah Suci, Warga Mamuju Tengah Klaim Rugi Rp79,59 Juta

Oktober 28, 2026

Polda Sulsel Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kobarkan Semangat Patriotisme dan Kepedulian untuk Bangsa

Oktober 28, 2026
HUT RI KE 81
Jasa Buat Legalitas
Most Popular

Kasus Mandek di Benteng Malewang, Muncul Dugaan Kongkalikong antara Pelaku, Oknum Aparat, dan Pemerintah Desa

April 15, 2026259 Views

BANTAHAN TEGAS ATAS PEMBERITAAN DUGAAN PENIKAMAN KADES BENTENG MALEWANG

Mei 5, 2026460 Views

Najwa Salsabila Agussalim Bersinar di Grand Final Top Model Remaja Takalar

Februari 10, 202625 Views
Our Picks

Kumpul Bersama Masyarakat di Kabupaten Gowa, Kapolda Sulsel Ajak Warga Berperan Aktif Jaga Kamtibmas

Oktober 28, 2026

Gagal Berangkat ke Tanah Suci, Warga Mamuju Tengah Klaim Rugi Rp79,59 Juta

Oktober 28, 2026

Polda Sulsel Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kobarkan Semangat Patriotisme dan Kepedulian untuk Bangsa

Oktober 28, 2026
INFO GLOBAL NEWS
chrome_D4lhlhpDrK
Morning stroll
First Bristol, Bath & the West 33110 (SK19 EOX)
IMG_6812.jpg
E-2026-10-28-1610_f
ha_2026-10-28-1610
Diving Boat
261025-ZE-09570
Red, gold, and green
Borders Buses Alexander Dennis Enviro 200 MMC SN69ZNH 11917
Logo des Aurora-Mühlengebäudes in Köln-Deutz am Rhein

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

INFO GLOBAL NEWS
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok Telegram
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI
© 2026 INFO GLOBAL NEWS. Designed by Asnur.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.