Close Menu
INFO GLOBAL NEWSINFO GLOBAL NEWS
  • BERITA
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOROTAN
  • KESEHATAN
    • OTOMOTIVE
  • POLRI
Jasa Buat Legalitas
Arsip
  • Oktober 2026
  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • November 2022
  • Maret 2022
  • Maret 2021
  • Januari 2021
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Technology
  • Gaming
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
INFO GLOBAL NEWSINFO GLOBAL NEWS
  • BERITA
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOROTAN
  • KESEHATAN
    • OTOMOTIVE
  • POLRI
Subscribe
INFO GLOBAL NEWSINFO GLOBAL NEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • SOROTAN
  • KESEHATAN
  • POLRI
Beranda » Skandal MBG Rumbia: 27 Siswa dan Guru Tumbang, Dapur Program Gizi Gratis Resmi Ditutup Sementara
Breaking news

Skandal MBG Rumbia: 27 Siswa dan Guru Tumbang, Dapur Program Gizi Gratis Resmi Ditutup Sementara

IchiroBy IchiroApril 26, 2026Updated:April 26, 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram
Share
Facebook WhatsApp Telegram Twitter

JENEPONTO – infoglobalnews.id | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi solusi pemenuhan gizi bagi pelajar justru berubah menjadi ancaman kesehatan di Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto. Sebanyak 27 orang dilaporkan mengalami dugaan keracunan usai mengonsumsi makanan dari program tersebut di UPT SDN 07 Rumbia, Kamis (23/4/2026).

Data yang dihimpun menunjukkan korban terdiri dari 25 siswa dan 2 guru yang mengalami gejala serius mulai dari gatal-gatal hebat, bentol pada tubuh, bibir dan pipi membengkak, mual, muntah, sakit perut, sesak napas, hingga kejang-kejang. Sebagian korban langsung dilarikan ke Puskesmas Tompobulu dan Rumah Sakit Pratama Rumbia untuk mendapatkan penanganan medis.

Dari total korban tersebut, enam orang sempat menjalani perawatan intensif di RS Pratama Rumbia. Salah satu korban mengalami kejang-kejang disertai sesak napas dan nyeri ulu hati, sementara beberapa siswa lainnya mengeluhkan diare, mual berat, dan kondisi tubuh yang sangat lemas. Bahkan beberapa anak harus dipasang infus dan mendapat bantuan oksigen.

Pihak sekolah menduga kuat sumber masalah berasal dari lauk ikan layang goreng tepung yang disajikan dalam menu MBG hari itu. Kepala Sekolah SDN 07 Rumbia, Sitti Mulliati, menjelaskan bahwa korban dengan kondisi paling parah merupakan mereka yang mengonsumsi ikan tersebut dalam porsi lebih banyak.

BACA:  Pernyataan Wali Kota Soal Wartawan "Abal-Abal" Tuai Sorotan, PERJOSI Minta Klarifikasi Terbuka

“Mereka yang parah adalah yang menyantap lauk dari ikan layang goreng tepung,” ungkapnya. Dugaan pun mengarah pada kemungkinan ikan yang tidak segar atau sudah tidak layak konsumsi.

Peristiwa ini memicu kepanikan besar setelah video para siswa menangis sambil menggaruk tubuh mereka beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat anak-anak mengalami pembengkakan di beberapa bagian tubuh setelah makan. Seorang warga bahkan menyebut lauk ikan yang disajikan diduga dalam kondisi “bo’no” atau busuk.

Sebagai respons atas insiden ini, operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rumbia resmi dihentikan sementara. Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Jeneponto, Nur Ikhsan, menegaskan bahwa penghentian ini merupakan bentuk sanksi sambil menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan.

Penutupan dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban tambahan sekaligus menjadi evaluasi serius terhadap sistem pengawasan dapur MBG yang dinilai masih lemah. Seluruh ompreng dan sisa makanan diamankan sebagai barang sampel untuk kepentingan pemeriksaan laboratorium.

BACA:  Aksi Hari Buruh Internasional 2026 di Makassar, AMPERA Sulawesi Selatan Soroti Nasib Buruh dan UU Cipta Kerja

Fakta bahwa program yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi justru berujung pada puluhan anak sekolah masuk puskesmas menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah. Ini bukan sekadar kelalaian teknis, tetapi menyangkut keselamatan anak-anak dan lemahnya kontrol terhadap kualitas pangan yang disalurkan.

Menanggapi hal tersebut, Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. SEMMI menilai insiden ini merupakan bentuk kelalaian serius yang harus dipertanggungjawabkan secara terbuka oleh seluruh pihak terkait, mulai dari pengelola dapur MBG, pihak SPPG, hingga instansi pengawas di tingkat daerah.

Bendahara Bidang Sosial dan Politik SEMMI cabang jeneponto Al Fajar Saputra, menyatakan bahwa pemerintah tidak boleh hanya berhenti pada penutupan sementara dapur MBG tanpa adanya evaluasi menyeluruh dan penindakan tegas terhadap pihak yang lalai.

“Program Makan Bergizi Gratis seharusnya menjadi bentuk keberpihakan negara terhadap kesehatan anak-anak, bukan malah menjadi sumber ancaman baru. Jika benar terjadi kelalaian dalam proses pengolahan, distribusi, maupun pengawasan bahan pangan, maka pihak yang bertanggung jawab harus diproses secara tegas. Jangan sampai keselamatan siswa dikorbankan karena lemahnya kontrol,” tegas Al Fajar Saputra.

BACA:  Banjir Melanda Di Desa Salepae, Dusun 5, Kec.Moutong, Kabupaten Parigi Moutong

Ia juga menambahkan bahwa SEMMI akan terus mengawal kasus ini hingga hasil laboratorium dibuka secara transparan kepada publik dan ada langkah nyata dari pemerintah untuk memperbaiki sistem pengawasan MBG di Kabupaten Jeneponto.

“Jika persoalan ini tidak segera dievaluasi secara serius, jika hanya ditutup sementara lalu dianggap selesai, maka kami dari SEMMI cabang Jeneponto bersama elemen mahasiswa akan turun dan bertindak. Kami tidak akan tinggal diam ketika keselamatan pelajar dijadikan taruhan oleh kelalaian birokrasi,” lanjutnya.

SEMMI cabang Jeneponto mendesak agar pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, dan seluruh pihak terkait segera melakukan audit menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, termasuk kualitas bahan baku, standar kebersihan dapur, serta mekanisme pengawasan distribusi makanan.

Jika pengawasan terhadap MBG tidak dilakukan secara ketat, maka program yang seharusnya menyehatkan justru berpotensi menjadi sumber malapetaka baru bagi dunia pendidikan di Jeneponto

*(TIM/SEMMI)*

Views: 472
Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram
Previous ArticlePTKP HMI CABANG GOWA RAYA SOROTI DUGAAN KETERLIBATAN PT BINTANG TERANG 89 ATAS ADANYA PENANGKAPAN OKNUM MAFIA BBM BERSUBSIDI DI TPA ANTANG DAN DI KAB.GOWA
Next Article Tiga Laporan Tanpa Tindakan, Warga Benteng Malewang Mulai Beranggapan “Percuma Lapor Polisi”
Ichiro
  • Website

Berita Terkait:

Breaking news

Kapolda Sulsel Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan Karolog dan Kabidkeu Polda Sulsel

Oktober 27, 2026
Breaking news

Kabid Humas Polda Sulsel Klarifikasi Dugaan Penipuan Rekrutmen CASIS Polri, Tegaskan Laporan Ditangani Profesional

Oktober 27, 2026
Breaking news

Kortastipidkor Polri Gelar Konferensi Pers Perkembangan Penyidikan Dugaan Korupsi Perizinan dan TPPU di Kabupaten Gowa

Oktober 27, 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

HUT RI KE 81
PASANG IKLAN
Iklan
Top Posts

Kasus Mandek di Benteng Malewang, Muncul Dugaan Kongkalikong antara Pelaku, Oknum Aparat, dan Pemerintah Desa

April 15, 2026259 Views

BANTAHAN TEGAS ATAS PEMBERITAAN DUGAAN PENIKAMAN KADES BENTENG MALEWANG

Mei 5, 2026460 Views

Najwa Salsabila Agussalim Bersinar di Grand Final Top Model Remaja Takalar

Februari 10, 202625 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
About
About
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • BERITA
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOROTAN
  • KESEHATAN
    • OTOMOTIVE
  • POLRI
What's Hot

Kumpul Bersama Masyarakat di Kabupaten Gowa, Kapolda Sulsel Ajak Warga Berperan Aktif Jaga Kamtibmas

Oktober 28, 2026

Gagal Berangkat ke Tanah Suci, Warga Mamuju Tengah Klaim Rugi Rp79,59 Juta

Oktober 28, 2026

Polda Sulsel Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kobarkan Semangat Patriotisme dan Kepedulian untuk Bangsa

Oktober 28, 2026
HUT RI KE 81
Jasa Buat Legalitas
Most Popular

Kasus Mandek di Benteng Malewang, Muncul Dugaan Kongkalikong antara Pelaku, Oknum Aparat, dan Pemerintah Desa

April 15, 2026259 Views

BANTAHAN TEGAS ATAS PEMBERITAAN DUGAAN PENIKAMAN KADES BENTENG MALEWANG

Mei 5, 2026460 Views

Najwa Salsabila Agussalim Bersinar di Grand Final Top Model Remaja Takalar

Februari 10, 202625 Views
Our Picks

Kumpul Bersama Masyarakat di Kabupaten Gowa, Kapolda Sulsel Ajak Warga Berperan Aktif Jaga Kamtibmas

Oktober 28, 2026

Gagal Berangkat ke Tanah Suci, Warga Mamuju Tengah Klaim Rugi Rp79,59 Juta

Oktober 28, 2026

Polda Sulsel Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kobarkan Semangat Patriotisme dan Kepedulian untuk Bangsa

Oktober 28, 2026
INFO GLOBAL NEWS
chrome_D4lhlhpDrK
Morning stroll
First Bristol, Bath & the West 33110 (SK19 EOX)
IMG_6812.jpg
E-2026-10-28-1610_f
ha_2026-10-28-1610
Diving Boat
261025-ZE-09570
Red, gold, and green
Borders Buses Alexander Dennis Enviro 200 MMC SN69ZNH 11917
Logo des Aurora-Mühlengebäudes in Köln-Deutz am Rhein

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

INFO GLOBAL NEWS
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok Telegram
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI
© 2026 INFO GLOBAL NEWS. Designed by Asnur.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.