Klik untuk pemberbesar gambar 👆
PASANGKAYU — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk kembali menghidupkan semangat nasionalisme melalui kerja nyata, pengabdian, dan kepedulian terhadap sesama.
Tahun ini, semangat kemerdekaan hadir bersamaan dengan perjalanan dua tahun Badan Gizi Nasional (BGN) sejak dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024. Kehadiran BGN menjadi bagian dari upaya negara memperkuat pemenuhan gizi masyarakat sebagai investasi penting bagi masa depan bangsa.
Dua tahun perjalanan tersebut membawa pesan “Melangkah, Bertumbuh, Berdampak”. Sebuah semangat yang tidak hanya menggambarkan perjalanan kelembagaan BGN, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa membutuhkan kerja yang konsisten dan berkelanjutan.
Di Kabupaten Pasangkayu, semangat tersebut salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan pelayanan pemenuhan gizi masyarakat. Syahril Syarif selaku Korwil SPPG Kabupaten Pasangkayu menjadi bagian dari unsur yang menjalankan koordinasi pelayanan pemenuhan gizi di tingkat daerah.
Bagi Syahril dan jajaran SPPG, momentum kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan. Kemerdekaan juga dapat dimaknai melalui kesediaan untuk bekerja, melayani dan memastikan program pemerintah memberikan manfaat bagi masyarakat.

Program pemenuhan gizi memiliki arti strategis karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat sekaligus berkaitan dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Kemerdekaan yang Dihidupkan melalui Pengabdian
Kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan dahulu bukanlah akhir dari perjuangan. Generasi hari ini memiliki bentuk perjuangan yang berbeda: menjaga persatuan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memberikan pelayanan terbaik dan bekerja untuk kepentingan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, pemenuhan gizi menjadi salah satu bagian dari perjuangan membangun generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.
Semangat gotong royong juga menjadi nilai penting. Pemerintah, petugas pelayanan, masyarakat, sekolah, keluarga dan berbagai unsur lainnya memiliki peran dalam memastikan program pemenuhan gizi berjalan dengan baik.
Dua tahun BGN menjadi kesempatan untuk terus melakukan evaluasi dan pembenahan. Melangkah berarti berani menjalankan amanah. Bertumbuh berarti terus belajar dan memperbaiki kekurangan. Sementara berdampak berarti setiap kerja harus bermuara pada manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Di usia 81 tahun Indonesia merdeka, semangat tersebut menjadi relevan: membangun bangsa tidak cukup dengan kata-kata, tetapi membutuhkan kerja nyata di setiap lini.
Dari pusat hingga daerah, dari kebijakan hingga pelayanan di lapangan, setiap kontribusi memiliki arti dalam perjalanan Indonesia menuju masa depan yang lebih kuat.
HUT RI ke-81 bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi tentang meneruskan perjuangan itu dengan cara kita hari ini.
Dan melalui pengabdian di bidang pemenuhan gizi, semangat itu terus dijaga:
Melangkah untuk Indonesia.
Bertumbuh bersama Indonesia.
Berdampak untuk generasi Indonesia.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Gizi Sehat Untuk Indonesia!


