MAMUJU — Semangat persaudaraan dan kebersamaan menjadi pesan utama yang digaungkan alumni Hipermaju kepada seluruh keluarga besar To Mamuju. Pesan itu terangkum dalam ungkapan Mandar-Mamuju, “Di Inne Mo Mincolli”, yang dimaknai sebagai ajakan agar semua dapat bergerak maju bersama dan tidak ada seorang pun yang tertinggal.
Pesan tersebut disampaikan alumni Hipermaju, Muhammad Yusuf, SH., MH., dalam sebuah renungan bersama yang mengajak para alumni menjaga ikatan persaudaraan di tengah perbedaan wilayah, profesi, maupun posisi yang kini dijalani.
Menurutnya, perjalanan setiap individu boleh berbeda, tetapi akar persaudaraan sebagai sesama To Mamuju tetap menjadi kekuatan yang menyatukan.
“Di inne mo mincolli” mengandung pesan moral bahwa semua harus siap lepas landas dan tidak boleh ada yang tertinggal di landasan. Harapan yang sama, menurut pesan tersebut, seharusnya menjadi alasan untuk saling menguatkan dalam mencapai tujuan bersama.
Persaudaraan sebagai Modal Bersama
Bagi alumni Hipermaju, persaudaraan tidak berhenti pada hubungan organisasi. Hipermaju dipandang sebagai ruang yang mempertemukan orang-orang dengan akar dan semangat yang sama, sekaligus menjadi rumah untuk terus menjaga hubungan antarsesama.
Para alumni yang kini tersebar di Mamuju, Mamuju Tengah, Pasangkayu, maupun wilayah lainnya diharapkan tetap mampu menjaga hubungan tersebut.
Semangat itu diwujudkan melalui tiga prinsip utama, yakni saling menghidupi, saling melindungi, dan saling memajukan.
Keberhasilan seorang saudara tidak dipandang sebagai keberhasilan pribadi semata, melainkan dapat menjadi tangga bagi saudara lainnya untuk ikut berkembang dan mencapai keberhasilan.
Tidak Ada yang Tertinggal
Pesan “Di Inne Mo Mincolli” juga menjadi kritik terhadap pola hubungan yang hanya mengedepankan kepentingan individu atau kelompok. Sebaliknya, seluruh potensi yang dimiliki alumni diharapkan dapat diarahkan untuk menciptakan manfaat yang lebih luas.
Kepentingan bersama disebut sebagai kekuatan yang semestinya menjadi perekat, bukan sumber perpecahan. Dalam konteks keluarga besar To Mamuju, kepentingan bersama itu diarahkan pada kesempatan setiap orang untuk tumbuh, menggapai cita-cita, dan tidak tertinggal.
Semangat tersebut sekaligus menjadi ajakan bagi generasi muda untuk menjadikan keberhasilan para pendahulu sebagai inspirasi.
Kehadiran alumni Hipermaju di berbagai posisi kepemimpinan dinilai dapat menjadi contoh bahwa proses kaderisasi dan persaudaraan dapat melahirkan generasi yang mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Pada akhirnya, pesan alumni Hipermaju bermuara pada harapan agar To Mamuju terus menjaga persatuan, saling menopang, dan bergerak menuju masa depan yang lebih baik.
“Di Inne Mo Mincolli” — semua harus terbang, bersama-sama, dan tidak boleh ada yang ditinggalkan.


