Klik untuk memperbesar gambar 👆
MAMUJU — Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Simboro, Jalan Abdul Malik Pettana Endeng, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menjadi perhatian masyarakat, Senin (14/9/2026).
Sejumlah kendaraan tampak mengantre untuk mendapatkan BBM. Kondisi tersebut membuat sebagian pengendara harus meluangkan waktu lebih lama sebelum tiba di dispenser pengisian.
Di tengah situasi itu, pengelola SPBU Simboro mengambil langkah yang cukup berbeda. Para pengendara yang tengah menunggu giliran mendapatkan makanan kotak secara gratis.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap konsumen yang harus bersabar di tengah antrean.
Manajer SPBU Simboro, Anto, mengatakan pembagian makanan tersebut merupakan inisiatif pihak pengelola untuk memberikan perhatian kepada masyarakat yang sedang mengantre.
“Kami melihat masyarakat yang mengantre cukup lama. Jadi, kami berinisiatif membagikan makanan kotak secara gratis sebagai bentuk kepedulian,” ujar Anto, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, antrean BBM membuat sebagian pengendara harus menunggu dalam waktu yang tidak sebentar. Karena itu, pelayanan kepada masyarakat tidak hanya dipandang dari sisi transaksi, tetapi juga bagaimana memberikan perhatian selama konsumen berada di area SPBU.
Bagi pengendara, makanan gratis tersebut setidaknya menjadi bentuk perhatian di tengah waktu tunggu yang cukup panjang.
Namun, aksi humanis itu tidak serta-merta menghapus persoalan antrean.
Antrean BBM tetap menjadi keluhan bagi sebagian pengendara karena berdampak pada waktu dan aktivitas mereka. BBM merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama mereka yang menggunakan kendaraan untuk bekerja, berdagang, mengantar keluarga maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.
Karena itu, persoalan antrean bukan hanya soal panjangnya barisan kendaraan, tetapi juga menyangkut kenyamanan dan kepastian pelayanan bagi masyarakat.
Di sisi lain, langkah pengelola SPBU Simboro membagikan makanan gratis menunjukkan pendekatan berbeda dalam menghadapi situasi tersebut.
Di tengah keluhan dan panjangnya waktu tunggu, pengelola mencoba menghadirkan sisi humanis dengan memberikan perhatian langsung kepada pengendara.
Makanan mungkin sederhana, tetapi pesan yang disampaikan cukup kuat: masyarakat yang mengantre bukan sekadar konsumen, melainkan bagian penting dari pelayanan yang harus diperhatikan.
Pihak SPBU diharapkan tetap mengedepankan ketertiban, keselamatan dan kenyamanan selama proses pelayanan berlangsung, sekaligus terus mencari langkah agar antrean BBM dapat ditangani dengan lebih baik.
Sebab, pelayanan yang baik bukan hanya tentang seberapa cepat BBM mengalir ke tangki kendaraan, tetapi juga bagaimana masyarakat merasa dihargai selama mendapatkan pelayanan.



