PASANGKAYU — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menyasar peserta didik hingga kelompok masyarakat penerima manfaat lainnya di Kecamatan Duripoku, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.
Penyaluran MBG tersebut dilaksanakan oleh SPPG Duripoku yang beralamat di Dusun Mata Allo, Desa Tammarunang, Kecamatan Duripoku, di bawah naungan Yayasan Insan Sehat Lestari. SPPG ini dipimpin oleh Syahril sebagai Kepala SPPG.
Salah satu potret penyaluran terlihat di MTs Nurul Jadid, Saptanajaya, Kecamatan Duripoku. Para siswa tampak menerima dan menyantap makanan menggunakan wadah makan yang telah disiapkan.
Dalam dokumentasi Senin, 5 Oktober 2026, para penerima manfaat terlihat makan bersama di area sekolah. Suasana tersebut memperlihatkan bagaimana program MBG tidak hanya berorientasi pada distribusi makanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik.
2.495 Penerima Manfaat
Berdasarkan data SPPG Duripoku, penerima manfaat berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA hingga pondok pesantren.
Selain peserta didik, program juga menyasar kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
Secara keseluruhan, SPPG Duripoku mencatat:
- Siswa: 1.822 orang
- Kelompok 3B: 433 orang
- Guru/staf: 239 orang
- Total penerima manfaat: 2.495 orang
- Jumlah karyawan SPPG: 47 orang
- Staf Ahli Gizi: 1 orang
- Staf Ahli Akuntan: 1 orang
Angka 1.822 siswa tersebut tersebar pada 31 satuan pendidikan penerima MBG.
MTs Nurul Jadid Salah Satu Penerima
MTs Nurul Jadid tercatat sebagai salah satu penerima MBG dengan jumlah 70 siswa.
Selain MTs Nurul Jadid, sejumlah sekolah dengan jumlah penerima cukup besar antara lain SD Inpres Sarudu V sebanyak 304 siswa, UPTD SMAN 1 Duripoku 167 siswa, SMPN 01 Duripoku 152 siswa, SDN Inpres Sarudu 3 sebanyak 130 siswa, SD IT Al Hanafiah 104 siswa dan TK Aisyiyah Bustanul sebanyak 100 siswa.
Data lengkap penerima pendidikan meliputi:
- TK PKK Tammarunang – 78
- TK Kristen Harapan B – 12
- TK IT Al Hanafiah – 11
- TK Aisyiyah Bustanul – 100
- TK Al Hikmah Taranggi – 13
- RA Raudatul Jannah – 31
- TK Assamaleuwang – 13
- RA Yadi Cabang Funju – 3
- PAUD Nurunnisa – 15
- SD Inpres Sarudu V – 304
- SDN Sipakainga – 58
- SD IT Al Hanafiah – 104
- SDN Taranggi – 80
- SDN Inpres Sarudu 3 – 130
- MI Raudatul Jannah – 30
- MI Yadi Cabang Funju – 11
- MI Miftahul Ulum – 84
- SDN Towoni – 71
- MI Baitul Muslimin – 7
- SMPN 01 Duripoku – 152
- SMP IT Al Hanafiah – 14
- SMPN 24 Saptanajaya – 39
- MTs Nurul Jadid – 70
- MTs Baitul Muslimin – 14
- MTs Yadi Cabang Funju – 54
- SMP 3 Baras – 37
- UPTD SMAN 1 Duripoku – 167
- SMA IT Al Hanafiah – 9
- MA Nurul Jadid – 50
- MA Baitul Muslimin – 4
- MA Yadi Cabang Funju – 57
Tidak Hanya Siswa, 3B Juga Mendapat Perhatian
Program MBG SPPG Duripoku juga mencakup kelompok masyarakat 3B yang tersebar di sejumlah posyandu.
Data yang diberikan mencatat penerima pada Posyandu Bunga Sawit, Melati, Damai Sejahtera, Permatasari, Lestari Jaya, Harapan Bunda serta Posyandu Adelwais.
Kelompok tersebut terdiri atas ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita.
Berdasarkan rincian posyandu yang tercantum, terdapat 422 penerima dengan rincian 42 ibu hamil, 114 ibu menyusui dan 267 balita.
Catatan penting: angka rincian posyandu tersebut berjumlah 422, sementara rekap SPPG menyebutkan sasaran 3B sebanyak 433 orang. Selisih 11 penerima ini sebaiknya dikonfirmasi kepada pihak SPPG sebelum angka 433 dipublikasikan sebagai angka final.
Menu MBG
Untuk penerima siswa, menu yang disiapkan terdiri dari:
Nasi putih, telur balado, tahu crispy, labu siam dan jagung, serta buah naga.
Sementara menu untuk kelompok 3B terdiri dari:
Nasi putih, ayam saus balado, tahu crispy, labu siam dan jagung, serta pisang.
Komposisi tersebut memperlihatkan adanya kombinasi sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayuran serta buah dalam menu yang disalurkan.
47 Tenaga Kerja Terlibat
Di sisi operasional, SPPG Duripoku juga melibatkan 47 orang karyawan dalam menjalankan pelayanan makanan bergizi.
Dengan cakupan 1.822 siswa, 239 guru/staf dan kelompok 3B, aktivitas SPPG membutuhkan pengelolaan mulai dari perencanaan menu, pengadaan bahan pangan, pengolahan, pengemasan hingga distribusi ke titik penerima manfaat.
Kepala SPPG Duripoku, Syahril, bersama satu staf ahli gizi dan satu staf ahli akuntan menjadi bagian dari struktur pengelolaan layanan tersebut.
Program MBG di Duripoku pada akhirnya bukan hanya soal makanan yang sampai ke tangan penerima manfaat. Lebih jauh, keberhasilan program juga ditentukan oleh ketepatan data penerima, kualitas bahan pangan, keamanan makanan, kecukupan gizi, ketepatan distribusi serta pengawasan setiap tahapan pelayanan.
MTs Nurul Jadid dan puluhan satuan pendidikan lainnya menjadi bagian dari cakupan pelayanan SPPG Duripoku dalam memastikan program MBG menjangkau penerima manfaat hingga wilayah Kecamatan Duripoku.



