MAMASA, SULAWESI BARAT — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjangkau dunia pendidikan hingga wilayah pedesaan di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Pada Rabu (21/10/2026), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Buntumalangka, di bawah naungan Yayasan Palla Walipu Group, melaksanakan pelayanan makanan bergizi bagi ribuan penerima manfaat, termasuk siswa SMPS Puncak Sumua.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.30 WITA tersebut berpusat di SPPG Buntumalangka yang beralamat di Desa Bumal, Kecamatan Buntumalangka, Kabupaten Mamasa.
Pelaksanaan program ini menjangkau 38 satuan pendidikan dari berbagai jenjang, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/SMK).
Salah satu potret pelaksanaan program terlihat di SMPS Puncak Sumua. Di tengah kesederhanaan ruang kelas, program MBG hadir sebagai bagian dari upaya mendukung pemenuhan gizi peserta didik di lingkungan sekolah.
Berdasarkan data yang dihimpun, pelayanan MBG melalui satuan pendidikan mencakup 1.358 siswa dan 330 guru serta tenaga kependidikan, dengan total 1.688 penerima manfaat.
Selain sekolah, pelayanan juga menjangkau 20 posyandu yang tersebar di sejumlah desa. Sasaran penerima manfaat melalui posyandu meliputi 127 balita, 47 ibu hamil, dan 137 ibu menyusui.
Dengan demikian, total penerima manfaat yang dilaporkan dalam kegiatan tersebut mencapai 1.999 orang.
Sajikan Menu Bergizi untuk Penerima Manfaat
Dalam kegiatan kali ini, menu makanan yang disajikan terdiri atas nasi putih, ayam goreng sambal kacang, tempe krispi, sayuran rebus berupa wortel dan kentang, serta buah melon.
Menu tersebut memadukan sumber karbohidrat, protein, lemak, dan serat yang dibutuhkan tubuh. Penyediaan makanan dengan komposisi beragam diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi para penerima manfaat.
Bagi peserta didik, pemenuhan gizi menjadi salah satu aspek penting dalam menunjang tumbuh kembang dan mendukung aktivitas belajar sehari-hari.
Sementara itu, pelayanan melalui posyandu turut menyasar kelompok yang membutuhkan perhatian dalam pemenuhan gizi, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Didukung 47 Relawan
Kelancaran operasional SPPG Buntumalangka didukung oleh 47 orang relawan.
SPPG tersebut dipimpin oleh Ridwan, S.E., dengan dukungan tenaga ahli gizi Linsai Saroja, S.Gz., serta tenaga ahli akuntansi Semiwati, S.E.
Keterlibatan pengelola, tenaga ahli, dan relawan menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan pelayanan serta pendistribusian makanan kepada penerima manfaat di sekolah dan posyandu.
Dengan cakupan pelayanan yang tersebar di berbagai lokasi, koordinasi dan pengawasan menjadi aspek penting untuk memastikan makanan tersalurkan dengan baik serta memenuhi standar keamanan pangan.
Perluas Jangkauan Pelayanan Gizi di Mamasa
Pelaksanaan program MBG oleh SPPG Buntumalangka Yayasan Palla Walipu Group menjadi bagian dari upaya memperluas akses makanan bergizi bagi masyarakat di Kabupaten Mamasa.
Kehadiran program ini di sekolah-sekolah, termasuk SMPS Puncak Sumua, menunjukkan jangkauan pelayanan hingga ke lingkungan pendidikan di wilayah pedesaan. Di sisi lain, keterlibatan posyandu memperluas sasaran pelayanan kepada kelompok masyarakat di luar lingkungan sekolah.
Keberlanjutan program diharapkan dapat didukung oleh konsistensi kualitas makanan, ketepatan distribusi, serta pengawasan keamanan pangan agar pelayanan berjalan optimal.
Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan tertib dan aman.
Melalui program ini, SPPG Buntumalangka diharapkan terus berkontribusi dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat sekaligus memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Mamasa.
Dari ruang kelas hingga posyandu, pelayanan makanan bergizi menjadi bagian dari upaya menghadirkan perhatian terhadap kebutuhan gizi masyarakat, termasuk anak-anak sekolah di wilayah pedesaan.



