PASANGKAYU — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjangkau berbagai kelompok masyarakat, mulai dari peserta didik tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas, pondok pesantren, serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B). Di Kecamatan Duripoku, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Duripoku menjadi salah satu unit pelaksana yang berperan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Salah satu potret penerima manfaat program tersebut terlihat di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Raudatul Jannah. Sebanyak 30 peserta didik di madrasah tersebut tercatat sebagai penerima manfaat MBG yang dilayani oleh SPPG Duripoku.
Program ini tidak hanya menyasar peserta didik di MI Raudatul Jannah, tetapi juga menjangkau puluhan satuan pendidikan lainnya di wilayah pelayanan Duripoku. Penerima manfaat mencakup peserta didik jenjang TK, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA, termasuk lembaga pendidikan Islam dan pondok pesantren.
SPPG Duripoku beroperasi di bawah naungan Yayasan Insan Sehat Lestari, dengan lokasi di Dusun Mata Allo, Desa Tammarunang, Kecamatan Duripoku, Kabupaten Pasangkayu. Unit pelayanan ini dipimpin oleh Kepala SPPG Syahril, didukung satu staf ahli gizi, satu staf ahli akuntansi, serta 47 karyawan.
Jangkau 2.461 Penerima Manfaat
Berdasarkan data yang dihimpun, SPPG Duripoku melayani total 2.461 penerima manfaat. Jumlah tersebut terdiri atas 1.823 peserta didik, 239 guru dan staf sekolah, serta 399 penerima manfaat dari kelompok 3B.
Cakupan tersebut menunjukkan bahwa pelayanan pemenuhan gizi tidak hanya berfokus pada peserta didik, tetapi juga mencakup kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi.
Pada kelompok 3B, perhatian diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Ketiga kelompok ini memiliki kebutuhan gizi yang penting untuk mendukung kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak.
Melalui cakupan pelayanan tersebut, SPPG Duripoku menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap program pemenuhan gizi, sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan generasi muda.
Puluhan Sekolah Masuk dalam Cakupan Pelayanan
Berdasarkan daftar satuan pendidikan yang tersedia, terdapat 31 lembaga pendidikan yang tercatat sebagai penerima manfaat MBG dari SPPG Duripoku.
Lembaga tersebut meliputi TK PKK Tammarunang, TK Kristen Harapan B, TK IT Al Hanafiah, TK Aisyiyah Bustanul, RA Raudatul Jannah, hingga berbagai sekolah dasar, madrasah ibtidaiyah, sekolah menengah pertama, madrasah tsanawiyah, sekolah menengah atas, dan madrasah aliyah.
Pada jenjang sekolah dasar, misalnya, SD Inpres Sarudu V tercatat memiliki 303 penerima manfaat, sedangkan SDN Inpres Sarudu 3 memiliki 130 penerima manfaat. Sementara itu, pada jenjang sekolah menengah, UPTD SMAN 1 Duripoku tercatat memiliki 171 penerima manfaat dan SMPN 01 Duripoku sebanyak 152 penerima manfaat.
Adapun MI Raudatul Jannah tercatat memiliki 30 penerima manfaat. Angka tersebut menjadi bagian dari cakupan pelayanan SPPG Duripoku dalam menjangkau peserta didik di berbagai lembaga pendidikan.
Keberadaan program MBG di lingkungan sekolah diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik. Pemenuhan gizi yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang pertumbuhan, kesehatan, dan kesiapan anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
Pelayanan Gizi Menyasar Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita
Selain lingkungan pendidikan, SPPG Duripoku juga mencakup kelompok 3B melalui sejumlah posyandu di wilayah pelayanan, antara lain di Desa Saptanajaya dan Desa Tammarunang.
Di Desa Saptanajaya, Posyandu Bunga Sawit tercatat memiliki 71 penerima manfaat, terdiri atas 10 ibu hamil, 13 ibu menyusui, dan 48 balita. Sementara itu, Posyandu Melati mencatat 76 penerima manfaat, dengan rincian tujuh ibu hamil, 24 ibu menyusui, dan 45 balita.
Di Desa Tammarunang, pelayanan kelompok 3B mencakup Posyandu Damai Sejahtera dengan 43 penerima manfaat, Posyandu Permatasari sebanyak 39 orang, Posyandu Lestari Jaya sebanyak 63 orang, serta Posyandu Melati sebanyak 25 orang.
Data tersebut memperlihatkan bahwa kelompok balita menjadi bagian penting dari sasaran pelayanan di sejumlah posyandu. Namun, dukungan terhadap ibu hamil dan ibu menyusui juga tetap menjadi perhatian dalam upaya memenuhi kebutuhan gizi pada masa penting kehidupan.
Selain kedua desa tersebut, data pelayanan juga mencantumkan posyandu di Desa Taranggi dan sejumlah Posyandu Adelweis. Beberapa posyandu dalam daftar masih mencatat angka nol atau belum memiliki rincian jumlah penerima manfaat sehingga memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Kolaborasi untuk Mendukung Generasi Sehat
Pelaksanaan program MBG membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pengelola SPPG, tenaga pendukung, lembaga pendidikan, hingga unsur masyarakat di wilayah pelayanan.
Dengan dukungan 47 karyawan, SPPG Duripoku menjalankan perannya dalam mendukung pelayanan pemenuhan gizi bagi ribuan penerima manfaat. Keberhasilan program ini tidak hanya berkaitan dengan jangkauan pelayanan, tetapi juga perlu ditunjang oleh kualitas makanan, keamanan pangan, ketepatan distribusi, serta pemantauan pelaksanaan secara berkelanjutan.
Potret penerima manfaat di MI Raudatul Jannah menjadi salah satu gambaran pelaksanaan program MBG di Kecamatan Duripoku. Dari ruang kelas hingga posyandu, upaya pemenuhan gizi diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta didik, ibu, dan anak.
Ke depan, konsistensi pelayanan dan koordinasi seluruh pihak menjadi faktor penting untuk memastikan program berjalan dengan baik dan menjangkau masyarakat sesuai sasaran.
SPPG Duripoku — Yayasan Insan Sehat Lestari
Dusun Mata Allo, Desa Tammarunang, Kecamatan Duripoku, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.



