Close Menu
INFO GLOBAL NEWSINFO GLOBAL NEWS
  • BERITA
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOROTAN
  • Pemerintahan
    • POLITIK
  • Polri
Jasa Buat Legalitas
Arsip
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • November 2022
  • Maret 2022
  • Maret 2021
  • Januari 2021
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Technology
  • Gaming
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
INFO GLOBAL NEWSINFO GLOBAL NEWS
  • BERITA
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOROTAN
  • Pemerintahan
    • POLITIK
  • Polri
Subscribe
INFO GLOBAL NEWSINFO GLOBAL NEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • SOROTAN
  • Pemerintahan
  • Polri
Beranda » Efek Domino Pembatalan 19%: Putusan MA AS Penyelamat, Bukan Ancaman bagi Kedaulatan ekonomi RI
NASIONAL

Efek Domino Pembatalan 19%: Putusan MA AS Penyelamat, Bukan Ancaman bagi Kedaulatan ekonomi RI

IchiroBy IchiroFebruari 22, 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram
Share
Facebook WhatsApp Telegram Twitter

Nasional – infoglobalnews.id | Putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat (MA AS) yang membatalkan kebijakan tarif 19 persen terhadap sejumlah produk impor dari Indonesia menuai beragam respons di tanah air. Sebagian kalangan memandang putusan tersebut sebagai bentuk intervensi terhadap kepentingan nasional. Namun jika dikaji secara objektif dari perspektif ekonomi dan hukum perdagangan internasional, keputusan itu justru dapat dipandang sebagai penyelamat stabilitas ekonomi dan bukan ancaman bagi kedaulatan Republik Indonesia.

Menurut Sahade Herling, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar, keputusan MA AS tersebut memiliki implikasi strategis yang luas. Ia menegaskan bahwa dalam sistem perdagangan global yang saling terhubung, setiap kebijakan proteksionis berpotensi memicu efek domino terhadap negara mitra dagang, termasuk Indonesia.

“Ketika tarif 19 persen diberlakukan, beban langsung dirasakan oleh eksportir Indonesia. Produk-produk unggulan seperti tekstil, alas kaki, furnitur, hingga komoditas berbasis pertanian mengalami tekanan harga yang signifikan di pasar Amerika. Jika situasi itu berlanjut, dampaknya bukan hanya pada penurunan ekspor, tetapi juga terhadap penyerapan tenaga kerja dan stabilitas nilai tukar,” jelas Sahade.

Amerika Serikat merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia. Ketika tarif tinggi diberlakukan, daya saing produk Indonesia otomatis melemah. Eksportir harus memilih antara menanggung kenaikan biaya atau menaikkan harga jual, yang pada akhirnya menurunkan permintaan. Jika ekspor melemah, devisa negara berkurang, neraca perdagangan tertekan, dan pertumbuhan ekonomi bisa melambat.

Di sinilah letak efek domino tersebut. Penurunan ekspor tidak hanya berdampak pada perusahaan besar, tetapi juga pada pelaku UMKM yang menjadi bagian dari rantai pasok. Industri padat karya berisiko melakukan pengurangan tenaga kerja. Konsumsi domestik bisa terdampak karena daya beli masyarakat menurun. Bahkan penerimaan pajak negara dapat ikut terpengaruh.

Sahade Herling menilai bahwa putusan MA AS yang membatalkan tarif tersebut justru memberikan ruang napas bagi dunia usaha Indonesia. Keputusan itu mencerminkan mekanisme check and balance dalam sistem hukum Amerika Serikat, di mana kebijakan eksekutif dapat diuji melalui jalur yudisial. Artinya, pembatalan tersebut bukanlah campur tangan terhadap Indonesia, melainkan proses internal dalam sistem hukum AS sendiri.

“Kita harus melihatnya secara rasional. Ini bukan soal kedaulatan Indonesia yang terancam, melainkan soal bagaimana sistem hukum internasional bekerja. Ketika ada kebijakan yang dinilai tidak sejalan dengan prinsip perdagangan yang adil, maka mekanisme hukum menjadi korektor,” ujarnya.

Dalam konteks globalisasi ekonomi, hubungan dagang antarnegara memang diatur oleh berbagai kesepakatan internasional dan prinsip perdagangan bebas. Indonesia sendiri merupakan bagian dari berbagai forum perdagangan global yang menjunjung asas keadilan dan non-diskriminasi. Karena itu, keputusan yang mengurangi hambatan tarif justru sejalan dengan kepentingan jangka panjang Indonesia.

Lebih jauh, Sahade menekankan bahwa kedaulatan ekonomi bukan berarti menutup diri dari sistem global, melainkan memperkuat daya saing nasional di tengah kompetisi internasional. Kedaulatan di era modern diukur dari kemampuan negara menjaga stabilitas ekonomi, melindungi tenaga kerja, dan memastikan keberlanjutan pertumbuhan.

Dengan dibatalkannya tarif 19 persen tersebut, peluang ekspor Indonesia ke pasar Amerika kembali terbuka lebih luas. Pelaku usaha dapat mempertahankan harga yang kompetitif. Investor juga mendapatkan sinyal positif bahwa hubungan dagang Indonesia-AS tetap berada dalam koridor yang stabil dan dapat diprediksi.

Meski demikian, Sahade mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh bergantung pada satu pasar utama. Diversifikasi ekspor tetap menjadi strategi penting agar risiko eksternal dapat diminimalkan. Penguatan industri dalam negeri, peningkatan kualitas produk, serta efisiensi produksi harus terus menjadi prioritas.

“Putusan ini memang membawa angin segar, tetapi pekerjaan rumah kita masih banyak. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat struktur ekonomi nasional,” tegasnya.

Pada akhirnya, keputusan MA AS tersebut tidak dapat dilihat secara sempit sebagai isu kedaulatan. Sebaliknya, ia menjadi contoh bagaimana mekanisme hukum internasional dapat berfungsi menjaga keseimbangan dalam perdagangan global. Bagi Indonesia, pembatalan tarif 19 persen bukanlah ancaman, melainkan peluang untuk menjaga stabilitas, melindungi tenaga kerja, dan mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Oleh : Sahade , Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar

Jurnalis Koordinator Liputan Sulsel-Bar H. Ahmad Sukriansyah 

Post Views: 436
Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram
Previous ArticleKonferwil HIMMAH Sumut “Cacat Prosedur “Tanpa Persidangan Dan Tanpa Pemilihan
Next Article Usman Yusuf Wujudkan Pendidikan Holistik di SMA Negeri 9 Pangkep: Akhlak dan Ilmu Seimbang
Ichiro
  • Website

Berita Terkait:

NASIONAL

Kejahatan Korporasi Makin Mengkhawatirkan, Mimbar Hukum Indonesia Kupas Tuntas Sinergi KUHP 2023 dan KUHAP 2025 dalam Webinar Nasionala

Juli 19, 2026
NASIONAL

Sekjend RHI Ahmad Pantau Persiapan Diklat Nasional Paralegal CPLA IV di Makassar

Juli 12, 2026
NASIONAL

GPN Buka Pendaftaran Masterclass AI Jurnalistik & Media Digital 2026: Bekali Insan Media Hadapi Transformasi Zaman

Juni 27, 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

PASANG IKLAN
Iklan
Top Posts

Kasus Mandek di Benteng Malewang, Muncul Dugaan Kongkalikong antara Pelaku, Oknum Aparat, dan Pemerintah Desa

April 15, 2026253 Views

BANTAHAN TEGAS ATAS PEMBERITAAN DUGAAN PENIKAMAN KADES BENTENG MALEWANG

Mei 5, 2026454 Views

Najwa Salsabila Agussalim Bersinar di Grand Final Top Model Remaja Takalar

Februari 10, 202619 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
About
About
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
What's Hot

Dandim 1427/Pasangkayu Tegaskan Soliditas Forkopimda, Sinergi TNI-Polri Jadi Pilar Stabilitas Daerah

Juli 23, 2026

Posyandu Siama Rasakan Manfaat Program MBG, SPPG Bambaira Perkuat Pemenuhan Gizi Balita

Juli 23, 2026

Konferensi Pers Biddokkes Polda Sulsel Terkait Penanganan Laka Laut KM Nurul Salsa di Perairan Selayar

Juli 22, 2026
Jasa Buat Legalitas
Most Popular

Kasus Mandek di Benteng Malewang, Muncul Dugaan Kongkalikong antara Pelaku, Oknum Aparat, dan Pemerintah Desa

April 15, 2026253 Views

BANTAHAN TEGAS ATAS PEMBERITAAN DUGAAN PENIKAMAN KADES BENTENG MALEWANG

Mei 5, 2026454 Views

Najwa Salsabila Agussalim Bersinar di Grand Final Top Model Remaja Takalar

Februari 10, 202619 Views
Our Picks

Dandim 1427/Pasangkayu Tegaskan Soliditas Forkopimda, Sinergi TNI-Polri Jadi Pilar Stabilitas Daerah

Juli 23, 2026

Posyandu Siama Rasakan Manfaat Program MBG, SPPG Bambaira Perkuat Pemenuhan Gizi Balita

Juli 23, 2026

Konferensi Pers Biddokkes Polda Sulsel Terkait Penanganan Laka Laut KM Nurul Salsa di Perairan Selayar

Juli 22, 2026
INFO GLOBAL NEWS
DSC_1883-Modifier.jpg
751855455_1940504263316521_5638923004268047565_n
20240529121914_IMG_1375_DxO
chrome_TJGr3E64Bd
aa498225-e612-49b7-a1d2-6edf7c10fa68.jpeg
Amanecer
Mint moth on mint
Orientus ishidae
P7220184.jpg
500_9544-Edit-2-Edit.jpg

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

INFO GLOBAL NEWS
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok Telegram
  • REDAKSI
  • MEDIA SIBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • MEDIA SIBER
  • TENTANG KAMI
© 2026 INFO GLOBAL NEWS. Designed by Asnur.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.