Makassar – infoglobalnews.id | Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat dan perekonomian nasional. Oleh karena itu, setiap informasi yang disampaikan oleh pejabat negara terkait kondisi pasokan energi harus disampaikan secara hati-hati agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Belakangan ini muncul kekhawatiran publik setelah adanya pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai kondisi pasokan BBM nasional di tengah ketegangan geopolitik global. Situasi tersebut memicu kepanikan di berbagai daerah sehingga masyarakat berbondong-bondong mengantre di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di seluruh Indonesia.
Kepanikan ini tidak lepas dari meningkatnya konflik di Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang berdampak pada jalur distribusi energi global. Salah satu jalur strategis perdagangan minyak dunia, yaitu Selat Hormuz, bahkan dilaporkan mengalami gangguan akibat konflik tersebut sehingga memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi internasional. 
Meski demikian, pemerintah melalui Menteri ESDM menyatakan bahwa cadangan BBM nasional saat ini masih berada dalam kondisi aman dan diperkirakan cukup untuk sekitar 20 hari ke depan, sambil terus memantau perkembangan geopolitik global yang mempengaruhi pasar energi dunia.
Fenomena antrean BBM yang terjadi di berbagai daerah menunjukkan bahwa isu energi sangat sensitif bagi masyarakat. Ketika muncul informasi mengenai kemungkinan gangguan pasokan energi, sebagian masyarakat secara spontan melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Kondisi ini berpotensi memicu panic buying yang justru dapat mengganggu stabilitas distribusi BBM di lapangan.
Situasi ini menjadi pengingat penting bahwa komunikasi publik mengenai kondisi energi nasional harus disampaikan secara jelas, terukur, dan menenangkan masyarakat. Informasi yang tidak disertai penjelasan yang komprehensif dapat menimbulkan persepsi kelangkaan yang memicu kepanikan publik.
Di sisi lain, peristiwa ini juga menunjukkan bahwa ketahanan energi Indonesia masih menghadapi tantangan serius. Ketergantungan terhadap impor minyak membuat sistem energi nasional cukup rentan terhadap gejolak geopolitik global maupun gangguan jalur distribusi energi dunia.
Karena itu, pemerintah perlu memperkuat cadangan energi nasional, meningkatkan produksi energi domestik, serta mempercepat pembangunan infrastruktur energi agar Indonesia tidak mudah terguncang oleh dinamika pasar energi global.
Ketahanan energi bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi juga bagian penting dari stabilitas nasional. Negara yang kuat adalah negara yang mampu menjamin ketersediaan energi bagi rakyatnya secara aman, stabil, dan berkelanjutan.
Oleh: Ahmat Marzuki Toekan
Ketua Bidang Energi Barisan Rakyat Garuda Merah Putih Nusantara


