Klik untuk memperbesar gambar 👆
PASANGKAYU, — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Duripoku, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, tidak hanya menyasar peserta didik di sekolah, tetapi juga menjangkau kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Potret pelayanan ini memperlihatkan upaya pemenuhan gizi yang mencakup berbagai kelompok masyarakat.
Pelayanan tersebut dijalankan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Duripoku yang dikelola Yayasan Insan Sehat Lestari. Berlokasi di Dusun Mata Allo, Desa Tammarunang, SPPG ini dipimpin oleh Syahril selaku Kepala SPPG.
Berdasarkan data yang dihimpun, SPPG Duripoku memiliki total sasaran sebanyak 2.454 penerima manfaat, terdiri atas 1.819 siswa, 239 guru dan staf sekolah, serta 396 penerima manfaat dari kelompok 3B.
Cakupan pelayanan pendidikan meliputi berbagai jenjang, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), madrasah ibtidaiyah (MI), sekolah menengah pertama (SMP), madrasah tsanawiyah (MTs), hingga sekolah menengah atas (SMA) dan madrasah aliyah (MA).
Menjangkau Pelajar di Berbagai Jenjang
Dari daftar penerima manfaat, terdapat 31 satuan pendidikan yang tercatat menerima pelayanan MBG dari SPPG Duripoku. Sejumlah sekolah dengan jumlah penerima cukup besar antara lain SD Inpres Sarudu V sebanyak 303 orang, UPTD SMAN 1 Duripoku sebanyak 167 orang, SMPN 01 Duripoku sebanyak 152 orang, dan SDN Inpres Sarudu 3 sebanyak 130 orang.
Pelayanan juga menjangkau sekolah dan madrasah di wilayah Funju serta sejumlah lembaga pendidikan lainnya. Jangkauan tersebut memperlihatkan bahwa program MBG menyasar peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, dengan kebutuhan gizi yang perlu diperhatikan sesuai kelompok usia.
Selain siswa, sebanyak 239 guru dan staf sekolah turut tercatat sebagai penerima manfaat berdasarkan data SPPG Duripoku.
Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Turut Disasar
Selain lingkungan pendidikan, pelayanan MBG juga mencakup kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kelompok ini memiliki kebutuhan gizi yang penting untuk mendukung kesehatan ibu serta pertumbuhan dan perkembangan anak.
Data pelayanan mencantumkan sejumlah posyandu di wilayah Kecamatan Duripoku, termasuk Posyandu Bunga Sawit, Posyandu Melati, Posyandu Damai Sejahtera, Posyandu Permatasari, dan Posyandu Lestari Jaya.
Kehadiran kelompok 3B dalam sasaran pelayanan memperlihatkan bahwa pemenuhan gizi tidak hanya berkaitan dengan usia sekolah, tetapi juga menjadi perhatian sejak masa kehamilan hingga periode pertumbuhan balita.
Menu Beragam untuk Penerima Manfaat
Dalam kegiatan pelayanan yang dilaporkan, menu yang disiapkan bagi siswa dan kelompok 3B terdiri atas nasi putih, telur rolade crispy, tahu kecap, buncis dan jagung, serta buah semangka.
Menu tersebut menggabungkan sumber karbohidrat, protein, sayuran, dan buah. Meski demikian, kecukupan gizi tetap perlu memperhatikan porsi, kebutuhan kelompok usia, serta standar gizi yang berlaku.
Pengolahan dan distribusi makanan juga perlu didukung penerapan higiene sanitasi, keamanan pangan, serta pengawasan kualitas secara konsisten agar makanan yang disajikan aman dan layak dikonsumsi.
Didukung 47 Orang Karyawan
Untuk menunjang operasional, SPPG Duripoku didukung oleh 47 orang karyawan, termasuk satu staf ahli gizi dan satu staf ahli akuntansi. Dukungan sumber daya manusia tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan pelayanan, baik dalam pengelolaan dapur maupun administrasi operasional.
Dengan cakupan sasaran yang meliputi pelajar, guru, tenaga kependidikan, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, SPPG Duripoku menjadi salah satu unit pelayanan pemenuhan gizi di Kabupaten Pasangkayu.
Potret pelaksanaan MBG ini menunjukkan pentingnya pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada jumlah penerima, tetapi juga pada kualitas makanan, ketepatan sasaran, keamanan pangan, dan konsistensi pengawasan.
Melalui pengelolaan yang baik, program MBG diharapkan dapat mendukung pemenuhan gizi masyarakat sekaligus meningkatkan perhatian terhadap kebutuhan gizi anak dan keluarga di wilayah Duripoku.



