Klik untuk memperbesar gambar👆Â
MAMUJU — Program Makan Bergizi (MBG) kembali menyasar ribuan penerima manfaat di Kabupaten Mamuju. Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mamuju Papalang Topore, Yayasan Insan Ulil Amri, penyaluran makanan bergizi dilaksanakan pada Selasa (18/8/2026) mulai pukul 07.00 WITA.
Kegiatan tersebut menjangkau 2.406 penerima manfaat, terdiri atas 1.285 siswa, 124 guru dan tenaga kependidikan, serta 997 penerima manfaat kelompok 3B yang meliputi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
SPPG yang beralamat di Desa Papalang, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju itu melayani 13 sekolah dan 14 kelompok Posyandu di wilayah Papalang, Batuampa, dan Topore.
Untuk penerima manfaat di satuan pendidikan, distribusi MBG menyasar jenjang PAUD hingga SMA serta santri. Salah satu sekolah dengan jumlah penerima terbesar adalah SDN Batupapan dengan 302 siswa, disusul SDN Wairandang sebanyak 155 siswa dan SDN Batuampa sebanyak 143 siswa.
Selain siswa, program tersebut juga menjangkau 124 guru dan tenaga kependidikan dari 13 satuan pendidikan.
Sementara itu, dari kelompok 3B, tercatat 641 balita, 76 ibu hamil, dan 280 ibu menyusui yang menerima manfaat. Penyaluran dilakukan melalui kelompok-kelompok Posyandu yang tersebar di wilayah pelayanan SPPG.
Menu yang disiapkan untuk penerima manfaat terdiri atas nasi putih, ayam geprek, tahu balado, sayur bening, dan jeruk. Menu tersebut diberikan kepada kelompok penerima manfaat sekolah maupun kelompok 3B.
SPPG Mamuju Papalang Topore sendiri didukung 47 orang karyawan dengan struktur pengelola yang terdiri dari Kepala SPPG Indra Surya Dewa, S.KM, Ahli Gizi Nindya Briliani Silmi, S.Gz, serta Akuntan Andi Hilaluddin Palaguna, S.Ak.
Pelaksanaan penyaluran MBG berlangsung dengan tertib dan aman. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses makanan bergizi bagi anak sekolah sekaligus kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.
Dengan jangkauan lebih dari dua ribu penerima manfaat dalam satu wilayah pelayanan, program MBG di SPPG Mamuju Papalang Topore menunjukkan bahwa pemenuhan gizi tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga menyentuh kelompok masyarakat melalui layanan Posyandu.


