PASANGKAYU, SULAWESI BARAT — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lariang, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, memberikan klarifikasi resmi terkait video yang beredar di media sosial mengenai temuan benda asing dalam salah satu menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui pernyataan resminya, staf SPPG Lariang mengakui bahwa pada 10 September 2026 ditemukan adanya ketidaksesuaian pada salah satu menu sayur yang telah didistribusikan.
Pihak SPPG menegaskan bahwa kejadian tersebut menjadi perhatian serius dan langsung ditindaklanjuti setelah menerima laporan.
“Benar, pada tanggal 10 September 2026 kami menemukan adanya ketidaksesuaian pada salah satu menu sayur yang didistribusikan,” demikian pernyataan resmi staf SPPG Lariang.
Menurut pihak SPPG, terdapat tiga langkah yang langsung dilakukan setelah temuan tersebut diketahui. Pertama, menghentikan distribusi menu yang bersangkutan. Kedua, membuat berita acara disertai dokumentasi. Ketiga, melaporkan kejadian tersebut kepada koordinator dan pihak terkait.
Distribusi MBG Dihentikan Sementara
Sebagai langkah evaluasi, SPPG Lariang menyatakan untuk sementara menghentikan distribusi MBG hingga proses evaluasi dan pembenahan standar operasional prosedur (SOP) dinyatakan selesai.
Pihak SPPG juga menyatakan siap bekerja sama dengan pihak berwenang dalam proses monitoring maupun audit terhadap dapur.
Penghentian sementara tersebut menunjukkan bahwa pihak SPPG memilih melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum kembali menjalankan distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Hal ini menjadi penting karena program MBG menyasar anak-anak sebagai salah satu kelompok penerima manfaat. Aspek keamanan pangan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pelaksanaan program tersebut.
SPPG Sampaikan Permohonan Maaf
Dalam klarifikasinya, staf SPPG Lariang menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua, pihak sekolah, serta masyarakat atas kejadian tersebut.
Pihak SPPG juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan perhatian dan menyampaikan laporan mengenai temuan tersebut.
Menurut mereka, kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat sistem pengawasan, meningkatkan pelatihan petugas, serta memperketat penerapan standar kebersihan di dapur SPPG.
“Keamanan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kami. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kami untuk memperkuat pengawasan, pelatihan, dan standar kebersihan di dapur SPPG Lariang,” demikian pernyataan tersebut.
SPPG Lariang menegaskan bahwa distribusi MBG akan kembali dilaksanakan setelah pihaknya memastikan makanan yang diproduksi telah memenuhi standar keamanan dan layak dikonsumsi.
Menunggu Hasil Evaluasi
Klarifikasi SPPG Lariang tersebut menjadi bagian penting untuk meluruskan informasi yang berkembang di media sosial. Pihak SPPG secara terbuka mengakui adanya ketidaksesuaian dan menyatakan telah mengambil langkah penghentian serta evaluasi.
Meski demikian, publik tetap membutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai jenis benda asing yang ditemukan, bagaimana benda tersebut dapat masuk ke dalam makanan, pada tahapan mana potensi kelalaian terjadi, serta hasil pemeriksaan dan audit yang dilakukan setelah kejadian.
Penjelasan tersebut diperlukan agar persoalan tidak berhenti pada permintaan maaf dan penghentian sementara, tetapi benar-benar menghasilkan perbaikan sistem sehingga kejadian serupa tidak terulang.
Untuk saat ini, sikap SPPG Lariang yang menghentikan sementara distribusi hingga evaluasi dan pembenahan SOP selesai menjadi langkah yang patut dikawal bersama.
Masyarakat, sekolah, orang tua penerima manfaat, serta pihak terkait diharapkan dapat menunggu hasil evaluasi secara objektif. Transparansi hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi penting untuk memastikan bahwa program MBG di Lariang dapat kembali berjalan dengan standar keamanan pangan yang lebih ketat.
Pihak SPPG Lariang menyatakan bertanggung jawab atas kejadian tersebut dan berkomitmen memastikan keamanan makanan sebelum distribusi MBG kembali dilanjutkan.



