Close Menu
INFO GLOBAL NEWSINFO GLOBAL NEWS
  • BERITA
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • POLITIK
  • SOROTAN
  • Pemerintahan
  • Polri
Arsip
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • November 2022
  • Maret 2022
  • Maret 2021
  • Januari 2021
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Technology
  • Gaming
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
INFO GLOBAL NEWSINFO GLOBAL NEWS
  • BERITA
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • POLITIK
  • SOROTAN
  • Pemerintahan
  • Polri
Subscribe
INFO GLOBAL NEWSINFO GLOBAL NEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • SOROTAN
  • Pemerintahan
  • Polri
Beranda » Hari Buruh di Enrekang: Antara Refleksi Keadilan dan Luka Perebutan Gunung Emas
Breaking news

Hari Buruh di Enrekang: Antara Refleksi Keadilan dan Luka Perebutan Gunung Emas

IchiroBy IchiroMei 2, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram
Share
Facebook WhatsApp Telegram Twitter

Enrekang – infoglobalnews.id | Formatur ketua umum SEMMI Cabang Enrekang, Muhammad Aswin R. Hari Buruh seharusnya menjadi momentum refleksi atas nilai kerja dan keadilan. Namun, di tengah gema peringatan itu, realitas justru memperlihatkan ironi yang sulit disembunyikan. Ia bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan cermin retak yang memantulkan wajah-wajah letih. mereka yang bekerja tanpa benar-benar didengar.

Di Kabupaten Enrekang, persoalan tidak berhenti pada isu ketenagakerjaan semata. Tanah yang dahulu menjadi sumber kehidupan kini berubah menjadi ruang perebutan kepentingan. Gunung-gunung yang dulu sunyi, kini dipenuhi riuh ambisi. Emas menjelma komoditas yang dipuja, sementara keserakahan perlahan mengambil alih nalar dan nurani.

Di balik kebijakan yang tampak rapi, tersimpan praktik yang kerap mencederai keadilan. Dugaan korupsi dan penyalahgunaan kewenangan menjadi isu yang terus menghantui. Keputusan-keputusan strategis sering kali lebih tajam dari alat kerja para buruh, mengalir tanpa berpihak pada mereka yang paling terdampak. Korupsi tak lagi hadir sebagai anomali, melainkan berisiko menjadi kebiasaan yang dinormalisasi.

Di sisi lain, para buruh tetap bergulat dengan realitas yang tak banyak berubah. Upah yang stagnan harus berhadapan dengan kebutuhan hidup yang terus meningkat. Keringat mereka tidak pernah benar-benar dihargai setimpal dengan beban yang dipikul setiap hari.

Penolakan aktivitas pertambangan emas turut memperumit situasi. Perlu kita ketahui bersama, eksploitasi sumber daya alam tidak hanya mengeruk isi bumi, tetapi juga menggerus harapan masyarakat. Air yang dulunya jernih menjadi keruh, hutan perlahan kehilangan fungsi, dan konflik sosial tak terhindarkan. Pada akhirnya, masyarakat kerap hanya menerima dampak. janji yang tak ditepati, serta ketidakpastian yang berkepanjangan.

Pertanyaan mendasar pun muncul: siapa yang sebenarnya diuntungkan dari kondisi ini? Ketika tanah kehilangan jati dirinya, masyarakat justru berada di posisi paling rentan.

Dalam situasi seperti ini, kaum muda dihadapkan pada pilihan penting. Mereka berdiri di persimpangan antara diam yang terasa aman atau bersuara dengan segala risiko. Antara mengikuti arus atau menjadi kekuatan yang berani melawan ketidakadilan.

Harapan tidak lahir dari kenyamanan. Ia tumbuh dari keberanian untuk bersikap tegas menyebut yang salah sebagai salah, serta menolak tunduk pada keadaan yang terus memelihara ketimpangan. Enrekang tidak membutuhkan pahlawan sesaat, melainkan generasi yang memiliki kesadaran kritis, integritas, dan keberanian untuk terus mempertanyakan.

Masa depan bukanlah sesuatu yang diwariskan begitu saja. Ia adalah hasil dari sikap dan tindakan hari ini.

Pada momentum Hari Buruh ini, refleksi tidak cukup berhenti pada mengenang perjuangan masa lalu. Lebih dari itu, ini adalah panggilan untuk melanjutkan perjuangan tersebut dengan kejujuran, ketegasan, dan keberanian yang lebih besar dalam menghadapi berbagai persoalan yang ada.

(Tim/Red)

Post Views: 156
Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram
Previous ArticleKapoldasu dan Gubsu Terima Plakat Penghargaan Dari SP/SB Sumut
Next Article Ketua Umum AKPERSI: Kebebasan Pers Adalah Nafas Demokrasi
Ichiro
  • Website

Berita Terkait:

Breaking news

Rayakan Hari Raya Idhul Adha, Polres Touna Sembelih 9 Sapi dan 2 Ekor Kambing 

Mei 28, 2026
Breaking news

JANJI TINGGAL JANJI! PDAM BANTAENG KEMBALI DISEGEL, AKSI JILID 8 SIAP MELEDAK

Mei 27, 2026
Breaking news

Sinergi DPC APPI Mamajang, Polsek dan Perumda Pasar Hadirkan Pasar Murah untuk Masyarakat

Mei 23, 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Kasus Mandek di Benteng Malewang, Muncul Dugaan Kongkalikong antara Pelaku, Oknum Aparat, dan Pemerintah Desa

April 15, 2026250 Views

BANTAHAN TEGAS ATAS PEMBERITAAN DUGAAN PENIKAMAN KADES BENTENG MALEWANG

Mei 5, 2026450 Views

Najwa Salsabila Agussalim Bersinar di Grand Final Top Model Remaja Takalar

Februari 10, 202615 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
About
About
Facebook X (Twitter) YouTube TikTok
What's Hot

Bantaeng Bukan Ruang Bagi Premanisme. Demokrasi Tidak Boleh Dibungkam dengan Intimidasi

Mei 30, 2026

Ini Motif Pembunuhan Sadis Anak SD 12 Tahun di Kelurahan Tallo

Mei 29, 2026

Selain Jual Miras Palsu THM Phantom Ternyata Juga Tak Punya Ijin NPPBKC

Mei 29, 2026
Most Popular

Kasus Mandek di Benteng Malewang, Muncul Dugaan Kongkalikong antara Pelaku, Oknum Aparat, dan Pemerintah Desa

April 15, 2026250 Views

BANTAHAN TEGAS ATAS PEMBERITAAN DUGAAN PENIKAMAN KADES BENTENG MALEWANG

Mei 5, 2026450 Views

Najwa Salsabila Agussalim Bersinar di Grand Final Top Model Remaja Takalar

Februari 10, 202615 Views
Our Picks

Bantaeng Bukan Ruang Bagi Premanisme. Demokrasi Tidak Boleh Dibungkam dengan Intimidasi

Mei 30, 2026

Ini Motif Pembunuhan Sadis Anak SD 12 Tahun di Kelurahan Tallo

Mei 29, 2026

Selain Jual Miras Palsu THM Phantom Ternyata Juga Tak Punya Ijin NPPBKC

Mei 29, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

INFO GLOBAL NEWS
DSC_6170-Edit.jpg
NVIDIA_Overlay_J9nOeR6zC2
Northstar|438/E26 NST
FiveM_GTAProcess_I4kiGV4kXG
explorer_DHO9zqyYOl
Locker Room Warmup
DSC_6851
Oregon’s Tulips, Spring 2026
52909441465.jpg
FiveM_GTAProcess_jV14CFAbYb
INFO GLOBAL NEWS
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok Telegram
  • REDAKSI
  • MEDIA SIBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • MEDIA SIBER
  • TENTANG KAMI
© 2026 INFO GLOBAL NEWS. Designed by Asnur.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.