GOWA – infoglobalnews.id | Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Gowa mengecam keras beredarnya dugaan skandal perselingkuhan yang menyeret nama Bupati Gowa. Isu tersebut kini telah menjadi konsumsi publik dan dinilai mencoreng nama baik Kabupaten Gowa sebagai daerah bersejarah yang menjunjung tinggi nilai budaya Siri’ na Pacce.
Sebagai daerah yang menjadikan harga diri, etika, dan rasa malu sebagai falsafah hidup masyarakat, SEMMI menilai dugaan tersebut bukan lagi sekadar persoalan pribadi, melainkan telah menyentuh marwah daerah serta etika seorang pejabat publik.
Maka dari itu, SEMMI Cabang Gowa menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Mendesak DPRD Gowa Segera Membentuk Panitia Khusus (Pansus)
DPRD Gowa harus menggunakan hak konstitusionalnya untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna mengusut tuntas kebenaran dugaan skandal yang telah beredar luas di tengah masyarakat. Sikap diam DPRD hanya akan menimbulkan asumsi negatif di publik dan mencederai kepercayaan rakyat.
2. Menuntut Transparansi Nama Anggota Pansus
Apabila Pansus dibentuk, DPRD Gowa wajib mengumumkan secara terbuka nama-nama anggota DPRD beserta asal fraksi partai yang tergabung dalam tim tersebut. Rakyat berhak mengetahui siapa wakilnya yang bekerja dalam proses pengawasan dan penyelidikan. Jangan ada “Pansus siluman”.
3. Mendesak DPRD Memberikan Sanksi Politik Tegas Jika Terbukti
Jika dalam proses Pansus ditemukan bukti adanya pelanggaran etika penyelenggara negara maupun norma kepatutan, maka DPRD Gowa wajib merekomendasikan sanksi tegas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk mengacu pada UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
4. Meminta Bupati Gowa Memberikan Klarifikasi Terbuka kepada Publik
SEMMI mendesak Bupati Gowa segera memberikan klarifikasi secara terbuka kepada masyarakat agar polemik yang berkembang tidak semakin liar dan menimbulkan kegaduhan berkepanjangan. Transparansi merupakan bagian dari tanggung jawab moral seorang pejabat publik.
Ketua Umum SEMMI Cabang Gowa, Muhammad Fajrin, menegaskan:
“Gowa adalah tanah bertuah. Siri’ na Pacce bukan sekadar slogan, tetapi nilai yang diwariskan leluhur dan harus dijaga bersama. Ketika pemimpin diduga melanggar nilai tersebut, maka DPRD harus menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah daerah. Kami tidak memvonis siapa pun, tetapi meminta agar semuanya dibuktikan secara terbuka melalui Pansus. Jika tidak terbukti, sampaikan kepada rakyat. Jika terbukti, maka harus ada konsekuensi politik dan moral.”
SEMMI Cabang Gowa menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari kontrol sosial dan upaya menjaga kehormatan Kabupaten Gowa agar tetap menjadi daerah yang bermartabat, beretika, dan menjunjung tinggi nilai budaya serta demokrasi.
SEMMI


