Klik untuk memperbesar gambar ๐
MAMUJU TENGAH โ Program Makan Bergizi terus berjalan di Kabupaten Mamuju Tengah. Pada Senin, 5 Oktober 2026, SPPG Topoyo 02 Yayasan Cahaya Mamuju Tengah melaksanakan kegiatan pemberian makanan bergizi bagi peserta didik, guru dan kelompok 3B di wilayah Kecamatan Topoyo.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.30 WITA tersebut berpusat di SPPG yang beralamat di Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.
Dalam dokumentasi kegiatan, terlihat proses penyaluran makanan siap santap yang telah dikemas menggunakan wadah makanan. Sejumlah petugas tampak melakukan proses penyerahan dan memastikan paket makanan siap didistribusikan kepada penerima manfaat.
SPPG Topoyo 02 dipimpin Munzir Shiddiq selaku Kepala SPPG, dengan dukungan Ika Julianti sebagai Staf Ahli Gizi dan Ruslan sebagai Staf Ahli Akuntan. Operasional dapur tersebut melibatkan sebanyak 47 orang karyawan.
Jangkau 1.922 Sasaran
Berdasarkan data yang disampaikan, pelayanan SPPG Topoyo 02 mencakup 1.530 siswa, 118 guru dan 274 penerima kelompok 3B, sehingga total sasaran yang tercatat mencapai 1.922 orang.
Layanan pendidikan tersebar di tujuh satuan pendidikan, yakni:
TK PGRI Salupangkang: 71 siswa
TK Tunas Harapan: 31 siswa
UPTD SD Inpres Ngapaboa: 660 siswa
UPTD SD Inpres Swakarsa: 47 siswa
UPTD SD Inpres Salupangkang: 165 siswa
UPTD SMP 6 Topoyo: 442 siswa
SMKS Keperawatan Almubarak Topoyo: 108 siswa
Salah satu penerima manfaat yang menjadi bagian dari cakupan pelayanan adalah SMKS Keperawatan Almubarak Topoyo dengan 108 siswa.
Menjangkau Kelompok 3B
Selain peserta didik dan guru, SPPG Topoyo 02 juga melayani kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
Pada Posyandu Hati Bunda, tercatat 18 ibu hamil, 12 ibu menyusui dan 178 balita.
Sementara di Posyandu Flamboyan, terdapat 2 ibu hamil, 9 ibu menyusui dan 55 balita.
Dengan demikian, berdasarkan rincian posyandu yang diberikan, terdapat 276 penerima kelompok 3B.
Menu Beragam
Untuk makanan siap santap yang dibagikan, SPPG Topoyo 02 menyiapkan menu berupa nasi putih, semur telur, tahu bacam, tumis labu siam dan wortel, serta buah kelengkeng.
Kombinasi menu tersebut menghadirkan sumber karbohidrat, protein, sayuran dan buah dalam satu paket makanan.
Pelaksanaan kegiatan dilaporkan berlangsung tertib dan aman. Penyaluran makanan dilakukan sebagai bagian dari pelayanan pemenuhan kebutuhan pangan bergizi bagi peserta didik maupun kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program.



